Kabupaten Timor Tengah Utara

Peta kabupaten

 

  • Tahun berdiri : 1958
  • Ibukota kabupaten : Kefamenanu
  • Batas wilayah
    • Sebelah timur : Kabupaten Belu
    • Sebelah barat : Kabupaten Kupang
    • Sebelah Utara : Laut Sawu dan Republic Democratic Timor leste
    • Sebelah Selatan : Kabupaten Timor Tengah Selatan
  • Visi dan Misi
    • Visi : Terwujudnya masyarakat TTU yang sejahtera, adil, demoktratis dan mandiri melalui pemberdayaan potensik, sumber daya insani dan sumber daya alam daerah
    • Misi :
      • Meningkatkan kualitas yang bermartabat dengan beroirentasi pada pemenuhan kebutuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan, koperasi dan UKM serta pengembangan SDA dan LH
      • Mengutamakan aspek keseimbangan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakat
      • Menumbuhkan dan mengembangkan peran aktif masyarakat dalam proses penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan
      • Mendorong kemandirian masyarakat dalam aspek kehidupan
  • Logo daerah
  • Arti logo :
    • Bentuk
      • Perisai, melambangkan alat perlindungan rakyat.
      • Isi Lima, melambangkan Pancasila sebagai dasar Negara.
    • Warna
      • Warna terdiri dari Biru, Kuning, Hijau, Hitam dan Putih
        • Biru berarti Cinta kasih sayang.
        • Kuning berarti Keagungan/Keluhuran/Kejayaan
        • Hijau berarti Harapan.
        • Hitam berarti Teguh/Abadi
        • Putih berarti Jujur dan Suci
      • Isi Lambang
        • Lukisan bintang berwarna putih, melambangkan kepercayaan rakyat Timor Tengah Utara terhadap Tuha Yang Maha Esa?Maha Suci.
        • Pohon Beringin, melambangkan persatuan dan tempat berlindung terletak diatas Lopo.
        • Lopo (lumbung merupakan tempat bermusyawarah dan tempat menyimpan makanan yang melamban permusyawaratan dan kesejahteraan rakyat Timor Tengah Utara.
        • Akar Kayu Cendana merupakan potensi dominan di Kabupaten Timor Tengah Utara sejak dahulu kala.
        • Tiga Buah Cincin yang melingkar pada tangkai padi dan kapas melambangkan adanya tiga daerah swapraja yakni : Miomaffo, Insana dan Biboki di Timor Tengah Utara yang tetap bersatu.
        • Dua Puluh Bulir Padi dan Dua Belas Batang Kapas melambangkan tanggal dan bulan berdirinya Kabupaten Timor Tengah Utara ditempatkan pada ujung bawah padi dan kapas.
      • Dibagian atas pada lambang tertulis dengan huruf latin ”TIMOR TENGAH UTARA” di bawah batang.
    • Ukuran
      • Lebar Perisai : 19,5 Cm.
      • Tinggi : 16,0 Cm
      • Tinggi Perisai tengah : 20,5 Cm.
    • Penggunaan Lambang
      • Lambang daerah digunakan pada :
      • Ruang kerja Bupati Kepala Daerah, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sekretaris Wilayah/ dan Kepala-kepala Dinas Kabupaten
      • Rumah Jabatan Bupati Kepala Daerah.
      • Gedung-gedung yang dipergunakan oleh Pemerintah Daerah dan Kantor-kantor Dinas Daerah.
      • Kepala Surat.
      • Lembaran daerah.
      • Ijazah, Surat Keterangan, tanda jasa atau Penghargaan oleh atau atas nama Pemerintah Daerah Timor Tengah Utara.
      • Buku-buku, majalah-majalah dan penerbitan lain yang dikeluarkan oleh penerbit pemerintah daerah
      • Cap Dinas.
      • Tanda kendaraan, tanda-tanda lainnya milik daerah.
      • Surat-surat lainnya milik daerah.
    • Lambang daerah dalam bentuk lencana dapat dipakai secara perorangan oleh :
      • Pejabat-pejaba Daerah.
      • Anggota-anggota DPRD.
      • Pegawai-pegawai Daerah dan Pegawai Negeri yang diperbantukan pada Daerah.
    • Lambang Daerah dalam bentuk Panji dapat dipergunakan :
      • Rombongan kesenian, keolahragaan dan lain sebagainya jika mewakili daerah atau apabila berhubungan dengan daerah.
      • Dalam upacara-upacara resmi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah.
  • Peta kabupaten
  • Kondisi Umum
    • Kondisi geografis : Secara astronomis, posisi Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terletak antara 9˚02′ 48″ LS – 9˚37′ 36″ LS dan antara 124˚04′ 02″ BT-124˚46′ 00″ BT. Batas-batas wilayah administratif adalah sebelah Selatan dengan wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan, sebelah Utara dengan wilayah Ambenu (Timor Leste) dan Laut Sawu, sebelah Barat dengan wilayah Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan, serta sebelah Timur berbatasan dengan wilayah Kabupaten Belu.
      Wilayah Kabupaten TTU merupakan daerah daratan dengan luas 2 669,70 km2 atau hanya sekitar 5,6 persen dari luas daratan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sedangkan sebagian wilayah TTU yang berbatasan dengan laut sawu atau lazim dikenal dengan sebutan wilayah pantura memiliki luas lautan + 950 km2 dengan panjang garis pantai 50 km.
      Dilihat dari aspek rona fisik tanah, wilayah dengan kemiringan kurang dari 40 persen meliputi areal seluas 2 065,19 km2 atau 77,4 persen dari luas wilayah TTU; sedangkan sisanya 604,51 km2 atau 22,6 persen mempunyai kemiringan lebih dari 40 persen. Wilayah dengan kemiringan kurang dari 40 persen sebagian besar berada pada ketinggian kurang dari 500 m dari permukaan laut yakni seluas 1676,51 km2 atau 62,8 persen.
      Data dari Lembaga Penelitian Tanah (LPT) Bogor, memperlihatkan bahwa di Kabupaten TTU dapat ditemukan tiga jenis tanah yaitu litosal, tanah kompleks dan grumosal. Tanah litosal meliputi areal seluas 1 666,96 km2 atau 62,4 persen; tanah kompleks seluas 479,48 km2 atau 18,0 persen dan tanah grumosal 522,26 km2 atau 19,6 persen dari luas wilayah TTU.
      Dipandang dari aspek topografis, sebanyak 177,60 km2 (6,63 %) memiliki ketinggian kurang dari 100 m dari atas permukaan laut; sementara 1.499,45 km2 (56,17 %) berketinggian 100-500 m dan sisanya 993,19 km2 (37,20 %) adalah daerah dengan ketinggian diatas 500 m.
      Dari 174 desa/kelurahan yang ada, hanya 9 desa diantaranya yang secara geografis letak wilayahnya dikategorikan sebagai desa/daerah pantai yakni desa Oepuah (Biboki Selatan), Humusu C dan Oesoko (Insana Utara) serta Nonotbatan, Maukabatan, Tuamese, Oemanu, Motadik, dan Ponu (Biboki Anleu), sedangkan sisa 165 desa lainnya yang tersebar di 24 wilayah kecamatan yang ada merupakan desa/daerah bukan pantai.
    • Iklim : Berdasarkan klasifikasi iklim oleh Schmidt dan Ferguson, Kabupaten TTU termasuk wilayah tipe D dengan koefisien 2 sebesar 71,4 persen. Berdasarkan klasifikasi Koppen, tipe iklim di Kabupaten TTU tergolong tipe A atau termasuk iklim equator dengan temperatur bulan terpanas lebih dari 220° C. Seperti halnya pada tempat lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur, di Kabupaten TTU dikenal adanya dua musim yakni musim kemarau dan musim hujan.
      Pada bulan Desember-April biasanya curah hujan relatif cukup memadai, sedangkan bulan Mei-Nopember sangat jarang terjadi hujan, dan kalaupun ada biasanya curah hujan di bawah 50 mm. Pada tahun 2006, berdasarkan hasil rekaman stasiun pencatat yang masih berfungsi, rata-rata jumlah hari hujan di Kabupaten TTU sebanyak 50 hari dengan curah hujan 1 276 mm. Sedangkan Pada tahun 2007, rata-rata jumlah hari hujan di Kabupaten TTU sebanyak 58 hari dengan curah hujan sebesar 11 876 mm.
    • Jumlah penduduk : 214.842 jiwa (2009)
      • Laki-laki : 108.516 jiwa
      • Perempuan : 106.326 jiwa
  • Wilayah administrasi
    • Jumlah kecamatan : 24 Kecamatan
    • Nama-nama kecamatan : Miomaffo Timur, Miomaffo Barat, Biboki Selatan, Noemuti, Kota Kefamenanu, Biboki Utara, Biboki Anleu, Insana, Insana Utara, Noemuti Timur, Miomaffo Tengah, Musi, Mutis, Bikomi Selatan, Bikomi Tengah, Bikomi Nilulat, Bikomi Utara, Naibenu, Insana Fafinesu, Insana Barat, Insana Tengah, Biboki Tan’pah, Biboki Moen Le’u, Biboki Feot Le’u
    • Jumlah kelurahan : 33 Kelurahan
    • Nama-nama kelurahan :
    • Jumlah desa : 130 Desa
    • Nama-nama desa :
  • Potensi Daerah :
    1. Pertanian : Ketersediaan produksi pangan dari komoditas padi selama tahun 2009 sebanyak 28 409 ton gabah kering giling (konversi ke beras: 18 374 ton) atau mengalami peningkatan sebesar 21,94 persen dari keadaan tahun sebelumnya (Tabel 5.1.11). Secara parsial, produksi padi sawah turun 13,98 persen dan padi ladang yang mengalami peningkatan produksi 212,80 persen. Peningkatan produksi padi pada tahun ini diduga lebih banyak disebabkan oleh faktor alam dan juga peningkatan luas lahan.
      Ketersedian produksi pangan dari komoditi jagung yang menjadi makanan pokok sebagian besar masyarakat TTU selama tahun 2009 sebanyak 55 948 ton pipilan kering atau mengalami peningkatan 78,01 persen dari tahun sebelumnya. Untuk produksi tanaman kacang-kacangan masing-masing adalah sebgai berikut: kacang tanah naik 0,14 persen, kacang hijau naik 200 persen, sedangkan produksi kacang kedele sama seperti tahun lalu yakni 3 ton. Ketersedian produksi untuk makanan berpati selama tahun 2009 yakni ubi kayu meningkat 77,93 persen, dan ubi jalar justru menurun 34,38 persen.
      Produksi komoditas sayur-sayuran selama musim panen tahun 2009 memperlihatkan hasil yang cukup beragam yakni untuk beberapa jenis sayur-sayuran seperti kacang panjang, cabai, tomat, dan bayam mengalami penurunan, sementara pada jenis lainnya bawang merah, bawang putih, kentang, kol, pitsai, kacang merah, labu siam, terung, ketimun, wortel, kangkung buncis, dan kangkung mengalami sedikit peningkatan produksi bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Diduga karena kemampuan adaptif secara alamiah ataupun ketepatan waktu tanam bagi beberapa komoditis dengan kondisi curah hujan yang bersifat fluktuatif tersebut.
    2. Perkebunan : Produksi tanaman kelapa pada tahun 2009 sebesar 574,18 ton atau mengalami penurunan sebesar 30,26 persen, produksi tersebut dari luas panen 5 498 hektar.
      Tanaman kemiri sebagai salah satu tanaman potensi daerah TTU pada tahun 2009 menghasilkan 1 480,73 ton atau mengalami penurunan 7,16 persen dari keadaan tahun yang lalu, produksi tersebut dari luas panen 9 670 hektar.
      Jambu mente sebagai komoditas unggulan daerah, pada tahun 2009 menghasilkan 1 485,91 ton yang dihasilkan dari areal tanam seluas 11 265 hektar atau dengan produktivitas rata-rata 1,31 kwintal per hektar atau mengalami penurunan hanya sebesar 0,09 ton. Untuk komoditas perkebunan yang lain, kapasitas produksinya selama tahun 2009 masing-masing pinang 462,85 ton (naik 2,40 persen), kapuk 107,57 ton (turun 39,23 persen), kopi 148,84 ton (naik 7,08 persen), dan kakao/coklat 43,04 ton (naik 4,98 persen).
    3. Kehutanan : Primadona hasil hutan berupa kayu cendana, baik produksi maupun populasinya belakangan ini semakin menurun. Data tahun 2006 produksi kayu cendana sebesar 33 678 kilogram atau turun 35,4 persen dibandingkan dengan tahun 2004 lalu. Diperkirakan untuk tahun-tahun yang akan datang produksinya akan terus anjlok mengingat populasinya sangat terbatas dan cenderung punah. Data populasi cendana hasil inventarisasi tahun 1997 lalu hanya 16 263 pohon atau turun sebanyak 36,3 persen dari keadaan tahun 1996, sedangkan data tahun 2009 tidak tersedia.
    4. Peternakan : eternakan merupakan salah satu sektor vital yang mampu menyanggah kehidupan ekonomi sebagian besar keluarga tani di pedesaan. Paling tidak dengan memelihara ternak, rumah tangga tani dapat membiayai kebutuhan di luar pangan seperti menyekolahkan anak, membiayai kesehatan, dan perumahan, bahkan pada saat kondisi kritis seperti gagal panen, komoditi ternak justru diandalkan untuk menopang pengadaan ketersediaan pangan keluarga. Jumlah rumah tangga usaha ternak di Kabupaten TTU pada tahun 2009 tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya, bahkan jumlah rumah tangga usaha ternak jenis ayam ras petelur sudah tidak ada lagi. Sebagian ternak besar maupun kecil mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya (Sapi naik 0,09 persen, Babi naik 1,25 persen, Ayam Buras/ Kampung naik 0,74 persen, Kerbau naik 0,47 persen, Kambing/Domba naik 0,06 persen, dan Kuda naik 21,61 persen).
      Kabupaten TTU sebagai daerah yang menyandang predikat “Gudang Ternak” di Propinsi NTT, pada tahun 2009 tercatat populasi sapinya sebanyak 86 319 ekor atau meningkat 0,09 persen dibanding dengan keadaan tahun sebelumnya.
      Populasi ternak kecil dan unggas pada tahun 2009 masing-masing Babi 87 834 ekor (naik 1,25 persen), Kambing 39 898 ekor (naik 0,06 persen) dan Ayam buras 205 253 ekor (naik 0,74 persen), Ayam Ras turun 100 persen, dan Itik/ Itik Manila 2 284 ekor (turun 26,86 persen).
  • Transportasi
    • Darat : Prasarana jalan merupakan media vital bagi kelancaran arus transportasi darat. Guna menopang kelancaran perhubungan darat di Kabupaten TTU, sampai dengan akhir tahun 2009 telah dibangun jalan sepanjang 1 102, 42 km dengan perincian menurut status jalan sebagai berikut: jalan kabupaten 829,00 km (75,2 persen), jalan propinsi 195,97 km (17,8 persen) dan jalan negara 77,45 km (7,0 persen).
      Dilihat dari aspek kualitas permukaan jalan, dari panjang jalan keseluruhan tersebut di atas yang berkategori aspal 547,89 km (49,7 persen), kerikil/diperkeras 324,47 km (29,4 persen) dan jalan tanah sepanjang 230,06 km (20,9 persen). Kendatipun panjang jalan tanah relatif masih cukup banyak namun yang cukup menggembirakan bahwa hampir semua desa yang tersebar di wilayah Kabupaten TTU dapat dijangkau dengan kendaraan umum.
      Bila prasarana jalan sebagai urat nadi, maka sarana angkutan ibarat darah yang mengalir melewati jalur urat nadi tersebut. Dalam kurun waktu 2007-2009 jumlah beberapa kendaraan bermotor tiap tahunnya selalu menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2007, jumlah kendaraan bermotor roda dua sebanyak 10 077 unit dan pada tahun 2008 dan 2009 sebanyak 12 057 dan 15 948 unit. Pada tahun 2009, jumlah kendaraan angkutan umum adalah 709 unit, jumlah ini meningkat 5,82 persen dari tahun sebelumnya. Dari 709 unit angkutan umum, yang digunakan sebagai angkutan penumpang sebanyak 229 unit (32,3 persen) dan angkutan barang 480 unit (67,7 persen ).
    • Laut :
    • Udara :
  • Alamat muspida
    • Bupati/Walikota
      • Alamat kantor : Jl. Basuki Rachmat, Kefamenanu – TTU
      • Nomor telepon kantor :  (0388) 31003
      • Alamat rumah : Jl. Jend. Sudirman, Benpasi – Kefamenanu TTU
      • Nomor telepon rumah :
    • Wakil bupati/wakil walikota
      • Alamat kantor : Jl. Basuki Rachmat, Kefamenanu – TTU
      • Nomor telepon kantor :  (0388) 31269
      • Alamat rumah :
      • Nomor telepon rumah :
    • Ketua DPRD
      • Alamat kantor : Jl. Basuki Rachmat, Kefamenanu – TTU
      • Nomor telepon kantor :  (0388) 31268
      • Alamat rumah :
      • Nomor telepon rumah :
    • Sekertaris Daerah
      • Alamat kantor : Jl. Basuki Rachmat, Kefamenanu – TTU
      • Nomor telepon kantor :  (0388) 31027 ext. 105
      • Alamat rumah :
      • Nomor telepon rumah :

Sumber : Diolah dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s