Kabupaten Sumba Barat

  • Peta kabupaten
    • Tahun berdiri : 1958
    • Ibukota kabupaten : Waikabubak
    • Batas wilayah :
      • Sebelah timur : Kabupaten Sumba Timur
      • Sebelah barat : Lautan Indonesia
      • Sebelah Utara : Selat Sumba
      • Sebelah Selatan : Lautan Indonesia
    • Visi dan Misi
      • Visi : Terwujudnya masyarakat Sumba Barat yang sejahtera, atas dasar perubahan paradigma berpikir, kekuatan ekonomi rakyat, memiliki etos kerja tinggi, berdisiplin, aman, adil dan unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
      • Misi :
        1. Mendorong terciptanya perubahan paradigma berpikir aparatur dan masyarakat sebagai modal pembangunan;
        2. Mewujudkan kesejahteraan rakyat yang bertumpu pada terpenuhinya kebutuhan dasar yaitu sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, rasa aman dengan memberikan perlindungan hukum dan jaminan sosial terutama bagi masyarakat yang kurang mampu;
        3. Meningkatkan pertumbuhan produksi dan pengolahan, peningkatan daya saing serta pemasaran hasil produksi dalam rangka memperkuat ekonomi rakyat;
        4. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan mengupayakan penyediaan jaringan pelayanan kesehatan yang profesional dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat;
        5. Meningkatkan pendidikan masyarakat melalui peningkatan mutu keluaran sekolah untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas. Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu dilakukan terobosan dengan memberikan perhatian yang terfokus pada sekolah unggulan berbasis asrama dengan penyediaan dana yang cukup, fasilitas, tenaga yang berkualitas. Sejalan dengan itu, pendidikan masyarakat untuk orang dewasa dilakukan melalui pembinaan, pelatihan dan penyuluhan yang sesuai dengan sektor-sektor yang dikelola masyarakat;
        6. Menekan angka kematian ibu hamil dan kematian balita sampai angka rata-rata Nasional melalui intervensi penyediaan pangan yang cukup dan asupan gizi balita dan anak-anak sekolah dasar untuk meningkatkan kualitas SDM;
        7. Mendorong, memfasilitasi dan memberi insentif bagi terciptanya pelaku-pelaku ekonomi yang berjiwa wirausaha (enterpreneurship) yang mampu membuka usaha yang produktif dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat;
        8. Melaksanakan pembangunan yang berkualitas dan berkesinambungan dengan menyediakan prasarana umum dan infrastruktur yang memadai yang didasarkan pada upaya untuk memperlancar pengangkutan arus barang dan jasa dari sentra produksi ke pasar;
        9. Membangun ekonomi yang berbasis kerakyatan (community base production) dengan mengembangkan sektor agrobisnis dan pariwisata yang memiliki multiplier effect pada sektor-sektor ekonomi lainnya;
        10. Mendorong, membina dan mewujudkan aparatur pemerintah daerah yang dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dan memiliki profesionalisme yang tinggi, jujur, transparan dan bebas dari KKN;
        11. Memfasilitasi terciptanya hubungan kerjasama antar lembaga agama dan lembaga masyarakat lainnya sehingga tercipta sinergi yang harmonis sebagai modal pembangunan;
        12. Membina hubungan kerjasama kemitraan dengan LSM dan para pengusaha yang harmonis, seimbang, setara, saling menguntungkan dan saling menghargai untuk kesejahteraan masyarakat;
        13. Mendorong dan mewujudkan kerjasama yang setara dengan lembaga DPRD sebagai lembaga aspiratif bagi kepentingan rakyat sehingga berbagai kebijakan publik yang dilaksanakan eksekutif dapat diterima memiliki tingkat penerimaan oleh seluruh lapisan masyarakat;
        14. Mendorong dan menegakkan tertib sosial, tertib hukum dalam segala aspek kehidupan masyarakat dengan mengurangi pencurian, perjudian melalui penegakan hukum yang tegas dan jujur;
        15. Menjaga dan menertibkan serta mengelola sumberdaya alam yang dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat dengan menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan
    • Logo daerah
    • Arti logo : Dasar hukum : Peraturan kabupaten Sumba Barat Nomor 15 Tahun 1974
      • WarnaWarna dan isi Lambang Daerah : Lambang Daerah berbentuk Perisai Umum Bersisi Lima
        Tata warna lambang adalah merah, putih, hijau, biru, dan hijau dan kuning yang mempunyai arti :

        • Merah adalah Keberanian
        • Putih adalah kejujuran dan keikhlasan
        • Hitam adalah keteguhan dan keabadian
        • Biru/hijau adalah pengharapan
        • Kuning adalah keluhuran,keagungan dan kejayaan
      • Isi Lambang
        • Bintang yang ditempatkan paling atas pada lambang daerah melambangkan keagungan Tuhan Yang Maha Esa
        • Taming bulat di tengah dan tombak yang memisahkan warna merah dan hijau adalah alat persenjataan yang khas dari suku sumba merupakan alat pertahanan dan keamanan dalam perjuangan untuk mencapai tujuan.
        • Rumah adat melambangkan rasa persatuan dan kesatuan
        • Kepala kerbau di depan rumah adat melambangkan kedudukan sosial dari masyarakat di daerah ini.
        • Padi dan kapas melambangkan kemakmuran
        • 13 butir pada dan 12 buah kapas mekar dan 1958 melambangkan tanggal,bulan dan tahun kabupaten sumba barat
        • Pada bagian atas dari lambang pembentukan daerah terdapat nama kabupaten sumba barat
        • Tikar yang ditempatkan langsung di bawah nama daerah melambangkan tempat bermusyawarah untuk merundingkan hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama.
      • Semboyan Lambang Daerah

Semboyan lambang daerah dalam bentuk pribahasa “pada eweta manda Elu”yangditempatkan pada bagian bawah dari lambang Daerah menggambarkan keadaan Daerah yang memberi harapan bagi tercapainya masyarakat sejahtera.Untuk lambang Daerah ini, dipergunakan semboyan dalam bahasa Daerah berbentuk pribahasa Daerah atau kata hiasan yang berbunyi “Pada Eweta Mada Elu”.
Bahasa Daerah yang dipergunakan adalah bahasa Wewewa, yang Alih Bahasa yang berkebangsaan Belanda (On Fee) dipandang sebagai bahasa persatuan bagi penduduk asli Kabupaten Sumba Barat, sebagaimana halnya bahasa Kambera untuk Kabupaten Sumba Timur. Kata – kata kiasan dalam bahasa Daerah ini lebih merangsang jiwa dan rasa serta dapat mengerti akan arti dan maknanya oleh Rakyat Daerah ini.

  • Peta kabupaten
  • Kondisi Umum
    • Kondisi geografis : Kabupaten Sumba Barat merupakan bagian dari Pulau Sumba dan merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi NTT yang membentang antara 9°  22’ – 9°  47’ Lintang Selatan (LS) dan 119°  08’ – 119° 32’ Bujur Timur (BT). Luas wilayah daratan adalah 737,42 kilometer persegi. Sebagian besar wilayahnya berbukit-bukit di mana hampir 50 persen luas wilayahnya memiliki kemiringan 140 – 400. Topografi yang berbukit-bukit mengakibatkan tanah rentan terhadap erosi.
      Kondisi topografi menunjukkan variasi yang cukup bermakna karena terdiri dari dataran berombak dengan kemiringan 0º – 2º secara presentase seluas 10,82 %, kemiringan 3o – 14º meliputi 30,77 %, kemiringan 15º – 40º meliputi 49,17 % dan wilayah dengan kemiringan diatas 40º seluas 9,25 % dari total luas wilayah Kabupaten Sumba Barat.
      Kondisi topografi tersebut telah mempengaruhi penggunaan lahan oleh masyarakat. Data menunjukan bahwa hanya 5,63% dariluas wilayah dimanfaatkan untuk arteal persawahan (22.800 ha), sedangkan 94,37%, berupa lahan kering yang dimanfaatkan untuk tegalan/ladang, perkebunan, dan padang penggembalaan.
      Jika dilihat dari ketinggian, wilayah Kabupaten Sumba Barat diklasifikasikan kedalam 4 daerah ketinggian dengan rincian : ketinggian dari 0-25 m meliputi 4,24% luas wilayah, dari 25-100m meliputi 21,46% luas wilayah, dari 100-500 m meliputi 61,31% luas wilayah, dan ketinggian di atas 500 m meliputi 12,99% luas wilayah.
    • Iklim : Seperti halnya di tempat lain di Indonesia, di Kabupaten Sumba Barat dan Propinsi Nusa Tenggara Timur hanya dikenal 2 musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Pada bulan Juni sampai dengan September arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air, sehingga mengakibatkan musim kemarau.
      Sebaliknya, pada bulan Desember sampai dengan Maret arus angin banyak mengandung uap air yang berasal dari Asia dan Samudera Pasifik, sehingga terjadi musim hujan. Keadaan seperti ini berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April-Mei dan Oktober-Nopember. Walaupun demikian, mengingat Sumba Barat dan umumnya NTT dekat dengan Australia, arus angin yang banyak mengandung uap air dari Asia dan Samudera Pasifik sampai di wilayah Sumba Barat kandungan uap airnya sudah berkurang yang mengakibatkan hari hujan di Sumba Barat lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah yang lebih dekat dengan Asia. Hal ini menjadikan Sumba Barat sebagai wilayah yang tergolong kering di mana hanya 4 bulan (Januari sampai dengan April, dan Desember) yang keadaannya relatif basah dan 8 bulan sisanya relatif kering.
      Di Kota Waikabubak, sampai dengan tahun 2009 belum tersedia alat untuk mengukur persentase penyinaran matahari, temperatur minimum dan maksimum, kelembaban relatif minimum dan maksimum, dan tekanan udara minimum dan maksimum.
    • Jumlah penduduk : 110.498  jiwa (2009)
      • Laki-laki :56.981 jiwa
      • Perempuan : 53.517 jiwa
  • Wilayah administrasi
    • Jumlah kecamatan : 6 Kecamatan
    • Nama-nama kecamatan : Lamboya, Wanokaka, Laboya Barat, Loli, Kota Waikabubak, Tanah Rigu
    • Jumlah kelurahan : 11 Kelurahan
    • Nama-nama kelurahan :
    • Jumlah desa : 49 Desa
    • Nama-nama desa :
  • Potensi Daerah :
    1. Pertanian : Padi, Jagung, Ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang kedelai dan kacang hijau
    2. Perkebunan : Vanili, Jambu Mete, Kakao, kelapa, kopi, cengkeh, pinang, sirih dan jarak pagar
    3. Kehutanan : Kayu Cendana
    4. Kelautan : Jumlah produksi perikanan pada tahun 2004 sebesar tercatat sebesar 32.458 ton. sekitar 32.448,4ton diantaranya atau sekitar 99% merupakan hasil perikanan laut dan hanya sekitar 1% merupakan hasil dari perikanan darat dan perikanan air payau
    5. Peternakan : Sapi, Kerbau, Kuda, Babi, Kambing, Domba, Ayam Kampung, Ayam Ras, Itik/Itik Manila
    6. Pertambangan : batu gamping/batu kapur, diorit, oker/jarosit, andesit/basalt, batu sabak/batu tulis, lempung, sirtu, pasir besi, batu hias, emas
    7. Perikanan, dengan jumlah produksi tahun 2009 : Ikan merah (300.600 ton), kerapu (155.850 ton), kakap (30.000 ton), ekor kuning (4.544 ton), cucut (2.995 ton), tongkol (611.591 ton), julung-julung (66.422 ton), tembang (168.192 ton), kembung (2.715 ton), Tenggiri (21.345 ton), tuna/cakalang (131.835 ton), ikan terbang (19.468 ton), ikan lainnya (11.108 ton), cumi-cumi (20.600 ton), rumput laut (1.118.208 ton) dan lainnya (6.978 ton).
  • Transportasi
    • Darat : Panjang jalan menurut data tahun 2009 sepanjang 534,35 km dengan rincian, jalan negara 15,00 km, jalan provinsi 74,54 km dan jalan kabupaten 444,81 km.
    • Laut : Pelabuhan Laut Waikelo
      Kapal ferry tujuan:
      Sape (Bima) – Waikelo setiap hari Senin jam 21.00 WIT
      Waikelo – Sape (Bima) setiap hari Selasa jam 10.00 WIT
      Waikelo – Kupang setiap hari Jumat
    • Udara : Nama Bandaranya “TAMBOLAKA”, Fasilitas Pelabuhan Udara Standar kelas III.
  • Alamat muspida
    • Bupati/Walikota
      • Alamat kantor : Jln.Basuki Rachmat
      • Nomor telepon kantor :  (0387) 22201
      • Alamat rumah :
      • Nomor telepon rumah :
    • Wakil bupati/wakil walikota
      • Alamat kantor : Jln.Basuki Rachmat
      • Nomor telepon kantor :  (0387) 22202
      • Alamat rumah :
      • Nomor telepon rumah :
    • Ketua DPRD
      • Alamat kantor : Jln.Basuki Rachmat
      • Nomor telepon kantor :  (0387) 21096
      • Alamat rumah :
      • Nomor telepon rumah :
    • Sekertaris Daerah
      • Alamat kantor : Jln.Basuki Rachmat
      • Nomor telepon kantor :  (0387) 22203
      • Alamat rumah :
      • Nomor telepon rumah :

Sumber : Diolah dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s