Kabupaten Lembata

 

  • Peta kabupaten
  • Tahun berdiri : 1999
  • Ibukota kabupaten : Lewoleba
  • Batas wilayah :
    • Sebelah timur : Selat Alor
    • Sebelah barat : Selat Boleng dan Lamakera
    • Sebelah Utara : Laut Flores
    • Sebelah Selatan : Laut Sawu
  • Visi dan Misi
    • Visi : Terwujudnya Masyarakat Lembata yang Bermoral, Sejahtera, Mandiri, Beretos Kerja Tinggi, Berkesadaran Hukum, Menjalin Sikap Gotong Royong yang Dijiwai Semangat Persaudaraan dalam Wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia
    • Misi :
      1. Pengembangan ekonomi rakyat dengan memanfaatkan sumber daya lokal berbasis komoditas unggulan;
      2. Optimalisasi pendidikan dan kesehatan rakyat di Pedesaan dan di Perkotaan untuk menumbuhkan sikap mandiri dan beretos kerja tinggi;
      3. Memberdayakan masyarakat dan perlindungan terhadap golongan yang kurang berdaya/tidak mampu;
      4. Mendorong prakarsa dan peran aktif masyarakat dengan mengaktifkan sikap gotong royong dalam semangat persaudaraan sejati;
      5. Meningkatkan kemampuan, moral, etika kerja serta akuntabilitas aparatur pemerintah daerah;
      6. Mengembangkan jaringan kerjasama yang sinergis antara pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha;
      7. Meningkatkan kualitas demokrasi, penegakan hukum dan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia;
      8. Meningkatkan sarana dan prasarana dasar;
      9. Meningkatkan keamanan, ketertiban dan kedamaian dalam masyarakat;
      10. Mewujudkan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggungjawab dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Logo daerah
  • Arti logo : Pembuatan Lambang Daerah Lembata ini terinspirasi dari keseluruhan nilai dasar, visi dan misi, potensi serta kearifan lokal Kabupaten Lembata sehingga Lambang Daerah ini merupakan wujud pancaran jiwa dan semangat serta menjadi simbol jati diri rakyat Lembata.
    1. Lambang Bintang bersegi lima dengan warna keemasan merupakan pancaran dari Dasar Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila;
    2. Perisai bersegi lima (Dopi Hikun Lema) dengan lis berwarna hitam melambangkan :
      • Perisai (Dopi Hikun Lema) merupakan simbol alat/sarana “Ribu Pulo, Ratu Lema” rakyat Lembata untuk “Liku Lewo Lapak Tana” guna mempertahankan diri dari segala bentuk ancaman
      • Lis Hitam yang melingkari perisai melambangkan keabadian dan ketenangan
      • Warna Dasar perisai merah putih melambangkan keberanian, kejuangan, patriotisme, kesucian dan ketulusan. Secara keseluruhan warna ini menunjukkan bahwa Kabupaten Lembata merupakan bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    3. Lingkaran;
      • Warna Biru dalam lingkaran melambangkan persahabatan dan kesetiakawanan
      • Garis lingkaran berwarna hitam melambangkan keabadian dan ketenangan untuk tetap mempertahankan persahabatan dan kesetiakawanan.
    4. Siput;
      • Salah satu potensi andalan Lembata yang mempunyai nilai ekonomis tinggi
      • Sarana komunikasi dengan alam (pelayaran) dan pemersatu “Ribu Pulo Ratu Lema
      • Enam bidang atau gerigi melambangkan 6 (enam) Hamente yang sepakat bersatu, sehati, sepikir untuk memperjuangkan keadilan dan kemakmuran.
    5. Lidah Api;
      • Tujuh buah lidah api berwarna merah melambangkan tanggal 7 sebagai hari lahirnya statement 7 Maret 1954 dan lambang semangat yang berkobar dalam sanubari setiap warga masyarakat Lembata dimanapun berada untuk senantiasa berjuang memajukan tanah Lembata.
      • Tujuh buah lidah api juga melambangkan rakyat Lembata untuk melepaskan diri dari 7 (tujuh) ketergantungan, yaitu : kemiskinan, kemelaratan, kebodohan, kemalasan, keterisolasian, kesewenangan dan keterbelakangan.
    6. Tugu;
      • Warna putih pada puncak tugu melambangkan kesucian, kemurnian, ketulusan dan keikhlasan
      • Tiga tungku pada puncak tugu melambangkan sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya buatan
      • Tugu dengan warna coklat muda melambangkan kebersamaan dan kematangan serta kebijaksanaan.
    7. Ikan Paus;
      • Sebagai simbol yang mewakili potensi kelautan sekaligus merupakan binatang buruan khas masyarakat dari Desa Lamalera yang merupakan representasi dari masyarakat Lembata
      • Lambang keberanian dan semangat kejuangan dalam mengisi otonomi daerah
      • Atraksi perburuan ikan paus merupakan salah satu obyek wisata yang sudah mendunia
      • Tatapan mata ikan paus yang tenang ke depan dan bersahabat memberikan dorongan kepada masyarakat Lembata untuk hidup bersahabat, memiliki wawasan yang luas dalam membangun Lembata semi mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
    8. Puncak Gelombang; Lima puncak gelombang atas dan 4 (empat) puncak gelombang bawah dengan warna putih melambangkan tahun 1954 (sebagai tahun dicetuskannya Statement 7 Maret 1954).
    9. Wua Wayak / Ekot (Tempaty Siri Pinang)
      • Melambangkan demokrasi dan perdamaian, rekonsiliasi persahabatan / kekerabatan serta persatuan dan persaudaraan sebagai tradisi budaya Lamaholot
      • Secara filosofi melambangkan Lembata sebagai “Pulo Ribu”, maka hanya dalam suasana tenang, aman, tenteram dan penuh kedamaian dapat mengantar Lembata menuju cita-cita terwujudnya masyarakat Lembata yang sejahtera, bermoral, bersatu, nyaman, dinamis, beretos kerja yang tinggi, mandiri, berkesadaran hukum dan menjalin sikap gotong royong yang dijiwai semangat persaudaraan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    10. Angka 1999;
      • Tercetusnya Memorandum 7 Maret 1999 yang intinya memperjuangkan Lembata menjadi sebuah Kabupaten Otonom
      • Tahun resmi terbentuknya Kabupaten Lembata.
    11. Padi dan Kapas;
      • 12 (dua belas) butir padi melambangkan tanggal 12 (dua belas)
      • 10 (sepuluh) kuntuk kapas melambangkan bulan 10 (sepuluh Oktober)
      • Warna Putih pada 10 kuntum kapas adalah simbol kesucian, ketulusan dan kesejahteraan.
    12. Pita dan Tulisan “Taan Tou”
      • Dasar pita dengan warna kuning melambangkan kemenangan yang hanya dapat dicapai berkat persatuan
      • Tulisan “Taan Tou” dengan warna hitam melambangkan persatuan abadi.
  • Peta kabupaten
  • Kondisi Umum
    • Letak geografis : Luas wilayah Kabupaten Lembata 1.266,39 km persegi, kira-kira sepertiga puluh tujuh dari total luas daratan Nusa Tenggara Timur (Luas NTT 47.349,90 Km persegi). Lembata secara astronomis terletak antara 8°10′ – 8°11′ LS dan 123°12′ – 123°57′ BT.
    • Kondisi geografis : Secara geografis Pulau Lembata terletak di sebelah timur pulau Flores. Lembata adalah sebuah pulau gugusan kepulauan Solor yang terletak dalam Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Alor.
    • Iklim : Curah hujan tertinggi tercatat sebesar 1705 mm dan hari hujan sebanyak 103 hari. Daerah dengan curah hujan tinggi terutama terdapat dikecamatan Lebatukan, sementara daerah dengan curah hujan terendah dan sering terjadi kekeringan di musim kemarau berada di Kecamatan Ile Ape.
      Sebagian besar desa di Kabupaten Lembata merupakan desa pesisir yang jumlahnya mencapai 82 desa dari 144 desa/kelurahan. Lembata termasuk daerah beriklim tropis dengan musim kemarau yang panjang rata-rata (9-10) bulan dan musim hujan yang relatif singkat rata-rata (2-3) bulan.
    • Jumlah penduduk : 108.152 jiwa (2009)
      • Laki-laki : 50.143 jiwa
      • Perempuan : 58.009 jiwa
  • Wilayah administrasi
    • Jumlah kecamatan : 9 Kecamatan
    • Nama-nama kecamatan : Buyasuri, Omesuri, Lebatukan, Ile Ape, Ile Ape Timur, Nubatukan, Atadei, Nagawutung, Wulandoni
    • Jumlah kelurahan : 7 Kelurahan
    • Nama-nama kelurahan : Lewoleba Barat, Lewoleba, Lewoleba Tengah, Lewoleba Utara, Lewoleba Timur, Selandorom, Lewoleba Selatan
    • Jumlah desa : 137 Desa
    • Nama-nama desa :
  • Potensi Daerah :
    1. Pertanian : kelapa, kemiri, kopi, jambu mete, coklat, cengkeh, vanili, pala, kapuk dan pinang
    2. Perikanan dan Kelautan: Ikan tongkol, cakalang, Tuna dan lain-lain. Sedangkan jenis non ikan seperti kerang mutiara di Teluk Lewoleba dan Waienga, cumi-cumi, lola, teripang, batu laga, japing-japing dan nener juga sangat potensial.
    3. Pertambangan : Minyak Bumi di Kecamatan Nagawutung, Barit, emas, timah hitam, perak, nikel, mangan, tembaga, serta pasir besi di Kecamatan Lebatukan, Kecamatan Omesuri dan Kecamatan Buyasuri, Belerang di Kecamatan Ile Ape, Gas Alam di Kecamatan Atadei dan Kecamatan Omesuri.
  • Transportasi
    • Darat :
    • Laut : Fery : Kupang – Lewoleba (setiap hari Senin), Motor Laut : Larantuka – Lewoleba (setiap hari PP)
    • Udara : Bandara Lewoleba
      1. Trans Nusa Air Lines
        Tiga kali seminggu Kupang – Lewoleba
        (setiap hari Selasa, kamis dan sabtu PP)
      2. Trans Nusa General Sales Offices
        Jln. Trans Lembata – Lewoleba
        Phone  0383 – 41028
  • Alamat muspida
    • Bupati/Walikota
      • Alamat kantor :
      • Nomor telepon kantor :
      • Alamat rumah :
      • Nomor telepon rumah :
    • Wakil bupati/wakil walikota
      • Alamat kantor :
      • Nomor telepon kantor :
      • Alamat rumah :
      • Nomor telepon rumah :
    • Ketua DPRD
      • Alamat kantor :
      • Nomor telepon kantor :
      • Alamat rumah :
      • Nomor telepon rumah :
    • Sekertaris Daerah
      • Alamat kantor :
      • Nomor telepon kantor :
      • Alamat rumah :
      • Nomor telepon rumah :

Sumber : Diolah dari berbagai sumber

One thought on “Kabupaten Lembata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s