Kabupaten Ende

  • Peta kabupaten
  • Tahun berdiri : 1958
  • Ibukota kabupaten : Ende
  • Batas wilayah :
    • Sebelah timur : Kabupaten Sikka daro Pantai Utara 121 deeajat 02′ BT dan 8 derajat 26′ 04″ LS di Nagambawe ke arah tengah pada 121 derajat 55′ 44″ BT dan 8 derajat 43′ 44″ LS di Nangamanuria ke arah pantai selatan pasa 12 derajat BT dan 8 derajat 54′ 27″ LS di Ngalu Ijukate (Artifical Border);
    • Sebelah barat : Kabupaten Ngada dari Pantai Utara 121 derajat 50′ 41″ dan 8 derajat 26′ 04″ LS di Nanganiohiba ke arah utara pada 121 derajat 26′ 94″ BT dan * derajat 4′ 17″ LS di Sanggawangarora ke arah pantai selatan pada 122 derajat 24′ 27″ BT dan 8 derajat 54′ 27″ LS di Nangamboa (Artificial Border);
    • Sebelah Utara : Laut Flores pada 122 derajat 50′ 41″ BT dan 8 derajat 54′ 17″ LS di Ngangamboa atau 122 derajat BT dan 8 derajat 53′ 27″ LS di Ngalu Ijukate (Natural Border);
    • Sebelah Selatan : Laut Sawu pada 121 derajat 24′ 27″ BT dan 8 derajat 54′ 17″ LS di Nangamboa atau 122 derajat BT dan 8 derajat 54′ 27″ LS di Ngalu Ijukate (Natural Border).
  • Visi dan Misi
    • Visi : “MEWUJUDKAN MASYARAKAT ENDE LIO PAWE SARE”
    • Misi :
      1. Meningkatkan kualitas dengan umat beragama
      2. Meningkatkan akses dan kualitas pendidikan rakyat
      3. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat
      4. Meningkatkan perekonomian rakyat
      5. Meningkatkan stabilitas kehidupan rakyat
      6. Menumbuhkembangkan budaya local untuk mendukung pariwisata
      7. Meningkatkan ketersediaan infrasruktur pedesaan yang memadai
      8. Meningkatkan pembangunan infrastruktur dengan memperhatikan lingkungan hidup
  • Logo daerah
  • Arti logo :
    • Lambang Daerah Kabupaten Ende berbentuk perisai bersisi lima yang mengandung arti sebagai berikut :
      1. Perisai melambangkan alat perlindungan rakyat;
      2. Sisi lima melambangkan Pancasila sebagai Dasar Negara.
    • Warna dan Isi Lambang : Warna lambang terdiri dari warna merah, kuning, hitam, dan biru yang diambil dari warna kain tenun rakyat Ende-Lio yang mencerminkan ciri khas kebudayaan rakyat Daerah Tingkat II Ende yang mempunyai arti sebagai berikut :
      1. Merah melambangkan keberanian;
      2. Kuning melambangkan keagungan, kekayaan dan kemuliaan;
      3. Hitam melambangkan siap demi cita-cita yang luhur serta teguh dan abadi;
      4. Biru melambangkan kerukunan, kesetiaan di dalam kekeluargaan.
    • Arti Gambar dalam Lambang. Lambang Daerah Kabupaten Ende berisi :
      1. Lukisan bintang yang berwarna kuning keemasan yang melambangkan keagungan dan kemuliaan Tuhan Yang Maha Esa, pencipta alam semesta, yang memberi hidup dan menyinari kehidupan manusia pada umumnya, khususnya rakyat Daerah Tingkat II Ende;
      2. Di bawah lukisan bintang tertulis dengan huruf latin “DAERAH TINGKAT II ENDE”;
      3. Rantai yang melingkari lukisan danau Kelimutu melambangkan ikatan kerukunan dan kekeluargaan yang hidup dikalangan rakyat Daerah Kabupaten Ende;
      4. Danau Kelimutu adalah satu-satunya keindahan alam di Dunia yang hanya terdapat di Daerah Kabupaten Ende, melambangkan keagungan, kemegahan, dan ketenangan hidup rakyatnya dengan tabah dan penuh semangat membangun daerahnya sepanjang masa;
      5. Lukisan padi dan kapas yang terdapat di bawah lukisan danau Kelimutu mengandung arti tujuan kesejahteraan material dan spiritual rakyat Daerah Kabupaten Ende. 14 butir padi dan 12 buah kapas melambangkan 14 Desember, tanggal dan bulan berdirinya Daerah Kabupaten Ende, sedangkan angka 1958 yang terletak di bawah lukisan pohon beringin melambangkan tahun berdirinya Daerah Kabupaten Ende.
      6. Lukisan pohon beringin yang terletak di bawah lukisan padi dan kapas melambangkan persatuan dan kesatuan.
      7. Empat corak garis yang melintang sebagai dari lukisan waran dasar lambang ini, yang memberi perisai atau lima bagian, melambangkan rencana pembangunan lima tahun yang terus menerus untuk mencapai cita-cita bangsa seperti yang termaktub dalam sila ke lima dari Pancasial.
  • Peta kabupaten
  • Kondisi Umum
    • Letak geografis : 8° 26´ 0 4° 8° 4 ´ 17 ° – 8°54’27° 8°42’30° LS dan 121°50´41° 121°26’04° – 121°24’0° 121°24’27° BT
    • Kondisi geografis :
      • Keadaan Topografi. Pembagian wilayah menurut ketinggian dari permukaan laut terdir atas 79,4 persern dengan ketinggian lebih kecil dari 500 meter.
      • Pembagian wilayah menurut kemiringan tanah terdiri atas :
        • 3,02 persen dari luas wilayah dengan kemiringan 0-3 persen;
        • 5,85 persen dari luas wilayah dengan kemiringan 3-2 persen;
        • 19,59 persen dari luas wilayah dengan kemiringan 12-40 persen;
        • 71,54 persen dari luas wilayah dengan kemiringan 40 persen
      • Di bagian wilayah selatan daerah ini terletak pada jalur dalam deretan gunung api, diantaranya Gunung Api Iya mempunyai ketinggian 637 meter dengan letusan terakhir pada tahun 1969, Gunung Mutubusa mempunyai ketinggian 1.690 meter dengan letusan terakhir tahun 1938
      • Keadaan Geologi. Pembagian wilayah menurut kedalaman tanah efektif :
        • 52,96 persen kedalaman tanah efektif 0-30 cm
        • 11,32 persen kedalaman tanah efektif 30 – 60 cm
        • 30,22 persen kedalaam tanah efektif 60 – 90 cm
        • 5,50 persen kedalam tanah efektif 90 cm
      • Pembagian wilayah menurut tekstur tanah, terdiri atas :
        • Tekstur tanah sedang = 22,99 persen;
        • Tekstur tanah kasar = 57,11 persen;
        • Tekstur tanah halus = 3,70 persen;
        • Tidak dikategorikan = 16,90 persen.
    • Iklim : Dari data curah hujan dapat diperoleh bahwa jumlah curah hujan dan banyaknya hujan tahun ini relatif kecil dan bervariasi antara bulan yang satu dengan bulan yang lain. Jumlah curah hujan dan banyaknya hujan lebih besar pada bulan-bulan Oktober – April (Keadaan Tahun 2008). Wilayah-wilayah yang mendapat dari hujan dan banyaknya hujan lebih tinggi adalah wilayah barat seperti kecamatan Wolowaru dan Detusoko dengan jumlah curah hujan per tahun 2.951 milimeter dan jumlah hari hujan terbanyak di Kecamatan Wolowaru yaitu 105 dari tahun 2007. Perubahan suhu harian tidak terlalu menonjol antara musim panas dan musim dingin. Rata-rata amplitudo suhu harian 60° C dengan rata-rata suhu siang hari 33,5° C dan malam hari 23,0° C. Hal ini menunjukan perbedaan suhu siang dan malam tidak terlalu besar. Ini berarti cuaca di wilayah daerah ini tidak terlalu dingin dan tidak perlu terlalu panas.
    • Jumlah penduduk : 238.195 jiwa (2009)
      • Laki-laki : 114.314 jiwa
      • Perempuan : 123.881 jiwa
  • Wilayah administrasi
    • Jumlah kecamatan :20 Kecamatan
    • Nama-nama kecamatan : Nangapanda, Ende, Ende Selatan, Ende Utara, Ende Tengah, Ende Timur,Ndona, Wolowaru, Maurole, Detusoko, Pulau Ende, Maukaro, Wewaria, Wolojita, Kelimutu, Detukeli, Kota Baru, Lio Timur, Ndori, Ndona Timur
    • Jumlah kelurahan : 23 Kelurahan
    • Nama-nama kelurahan :
    • Jumlah desa :191 Desa
    • Nama-nama desa :
  • Potensi Daerah :
    1. Pertanian : Komoditi ubi kayu, hampir terdapat di semua kecamatan di Kabupaten Ende, dengan Kecamatan Nangapanda yang paling tinggi produksinya yakni sebesar 3.668 ton. Kecamatan lainnya mempunyai produksi ubi kayu diantara 418 ton yakni Kecamatan Ende.
      Selain ubi kayu, ada tiga komoditi penting lainnya yang diproduksi di Kabupaten Ende, yakni padi sawah, padi ladang dan jagung. ke-tiga jenis komoditi ini cukup merata produksinya di setiap kecamatan, kecuali komoditi padi sawah yang cukup tinggi produksinya di Kecamatan Wewaria, dengan produksinya sebesar 5.848 ton padi sawah pada tahun 2008 dari 1.958 ton pada tahun sebelumnya.
      Untuk komoditi tanaman pangan lainnya seperti kacang tanah, kedele, kacang hijau dan shorgum, produksinya kurang sekali.
      Tanaman sayur-sayuran yang cukup menonjol di Kecamatan Wolowaru dan Kecamatan Kelimutu, walaupun ada juga beberapa jenis sayuran yang tidak terdapat di ke-dua kecamatan ini. pada kedua kecamatan ini didominasi oleh komoditi kentang, kubis, petsai, wortel dan labu siam.
      Keadaan ini terlihat juga untuk tamanan buah-buahan yang mana pada kedua kecamatan ini buah-buahan yang paling dominan adalah advokat, mangga, jeruk siam. Untuk tanaman obat-obatan yang paling menonjol di Kabupaten Ende adalah jahe dan lengkuas.
    2. Perkebunan : Di Kabupaten Ende, hasil perkebunannya hanya didominasi oleh lima komoditi penting yakni kelapa, kemiri, kakao, kopi, dan jambu mete. Produksi ke lima komoditi ini pada tahun 2008 masing-masing sebesar 8.288,1 ton; 6.140,9 ton; 3.357,7 ton; 4.492,8 ton dan 4.075,9 ton. Komoditi lainnya seperti cengkeh dan pinang tidak terlalu menonjol produksinya, masing-masing sebesar 256,2 ton, dan 350,4 ton pada tahun 2008.
      Disamping itu ada juga beberapa komoditi perkebunan yang produksinya dibawah 100 ton pada tahun 2008 ini yakni kapuk 37,5 ton; vanili 36,4 ton; pala 6,0 ton dan merica hanya sebesar 16,0 ton.
      Tanaman kelapa yang paling menonjol produksinya terdapat hampir di semua kecamatan di Kabupaten Ende kecuali Kecamatan Kelimutu. Yang paling tinggi produksinya adalah Kecamatan Nangapanda sebesar 1.742,9 ton dengan luas tanam 2.335,7 ha dan Kecamatan Wolowaru dengan luas tanam 1.229,8 ha dengan produksi sebesar 1.115,0 ton.
    3. Kehutanan : Dilihat dari luas kawasan hutannya, didominasi oleh hutan produksi tetap seluas 36.557,02 ha diikuti oleh hutan lindung sebesar 24.193,72 ha dan taman nasional seluas 5.356,50 ha, sedangkan jenis hutan yang lainnya luasnya dibawah 5.000,00 ha.
      Kecamatan yang paling luas hutannya adalah Kecamatan Kotabaru seluas 15.200,30 ha dan yang paling kecil kawasan hutannya adalah Kecamatan Ende Selatan, hal ini bisa dimaklumi karena sebagian besar wilayah kecamatan ini adalah daerah perkotaan.
    4. Peternakan : Populasi ternak besar di Kabupaten Ende pada tahun 2008, untuk ternak sapi sebanyak 11.286 ekor, kerbau 1.797 ekor dan kuda 1.315 ekor. Populasi sapi ini paling banyak berada di Kecamatan Wewaria dan Kecamatan Kotabaru.
      Untuk ternak kerbau selain Kecamatan Wewaria dan Kecamatan Detusoko populasinya terdapat juga di Kecamatan Kotabaru dan Kecamatan Maurole.
      Ternak kuda terdapat hampir pada semua kecamatan di Kabupaten Ende kecuali kecamatan Pulau Ende. Populasi ternak kecil didominasi oleh babi dan ayam, masing-masing sebanyak 85.333 ekor dan 278.270 ekor yang tersebar merata di setiap kecamatan kecuali ternak babi yang tidak terdapat di Kecamatan Pulau Ende karena kecamatan ini mayoritas penduduknya beragama muslim.
    5. Perikanan : Produksi perikanan di Kabupaten Ende pada tahun 2008 sebesar 5.821.965 ton yang mana keseluruh-annya dihasilkan oleh perikanan laut.
      Kecamatan Pulau Ende paling tinggi produksi perikanananya sebesar 858.735 ton, menyusul Kecamatan Ende Selatan sebesar 613.015 ton dan Kecamatan Nangapanda sebesar 525.820 ton.
      Banyaknya ikan yang dilelang di tempat pelelangan pada tahun 2008 meningkat dari tahun 2007 yakni sebanyak 4.216.565 ton dengan nilainya sebesar Rp. 29.517.955.000,-.
  • Transportasi
    • Darat : Terminal Regional (AKDP) = 2 buah, Terminal Lokal (Sub Terminal) = 3 buah. Jalan merupakan prasarana angkutan darat yang penting guna memperlancar kegiatan perekonomian. Pada tahun 2008, Kabupaten Ende telah memiliki jalan sepanjang 1.416,16 km. Panjang jalan dibawah wewenang Negara sepanjang 130,30 km, dibawah wewenang Propinsi sepanjang 142,48 km dan dibawah wewenang Kabupaten sebesar 1.143,38 Km. Jika dilihat dari jenis permukaannya maka jenis permukaan tanah yang terpanjang yakni 739,05 km, disusul dengan jenis permukaan aspal 630,26 km dan terakhir jenis permukaan kerikil sepanjang 46,85 km. Kecamatan Wewaria memiliki jalan terpanjang yakni 203.800 km dan yang paling kecil adalah Kecamatan Ende Utara sebesar 7.820 km. Jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Ende pada tahun 2008, sebanyak 20.534 buah kendaraan, yang didominasi oleh sepeda motor 18.609 buah, disusul dengan jenis mobil penumpang sebanyak 896 buah dan disusul mobil barang sebanyak 853 buah.
    • Laut : Dermaga Ippi Ende: dapat dilabuh oleh kapal penumpang dan kapal barang, Dermaga/Pelabuhan Ende : dapat dilabuh oleh kapal penumpang dan kapal barang. Sarana dan prasarana angkutan laut di Kabupaten Ende cukup mengalami peningkatan semenjak disinggahi kapal-kapal yang memuat penumpang sekaligus kendaraan yang beroperasi ke daerah barat atau ke daerah jawa khususnya ke Surabaya. Pada tahun 2008 terjadi peningkatan dalam hal kunjungan kapal laut ke Ende yakni sebesar 458 kunjungan kapal laut mengalami peningkatan PERHUBUNGAN / COMUNICATION 284 sebesar 24,23 persen jika dibandingkan dengan tahun 2007. Jika dilihat dari jumlah penumpang yang turun mengalami kenaikan yang cukup berarti yakni sebesar 34,85 persen atau sebanyak 15.523 orang pada tahun 2008 sama halnya dengan penumpang yang naik juga mengalami kenaikan sebesar 35.62 persen atau sebanyak 18.592 orang. Barang-barang yang dibongkar pada tahun 2008 ini justru mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2007. Pada tahun 2008 ini barang yang dibongkar sebesar 135.744 ton dan yang dimuat naik sebesar 8.878 ton. Untuk arus kunjungan kapal yang terbanyak adalah pelayaran Rakyat sebanyak 220 kunjungan disusul dengan penyeberangan sebanyak 88 kunjungan dan pelayaran Nusantara sebanyak 62 kunjungan.
    • Udara :
      • H. Hasan Aroeboesman
        Panjang landasan pacu untuk sementara 1.800 m, dengan 2 buah Run Way, yang dapat didarati pesawat jenis Fokker 27 dan Fokker 28.
        Beberapa Maskapai Penerbangan yang sedang dan aktif beroperasi di Kab.Ende antara lain : Merpati, Trans Nusa ( Foker 27); Pelita Air, Nusantara Air (Foker 28).
      • Rute yang dilalui oleh Maskapai Penerbangan yang beroperasi di Ende :
        1. Merpati Air (Foker 27) : Denpasar – Ende
        2. Trans Nusa (Foker 27): Kupang – Ende; Maumere – Ende; Ruteng – Ende
        3. Nusantara Air (Foker 28) : Surabaya – Denpasar – Waingapu – Ende
        4. Pelita Air (Foker 28) : Surabaya-Denpasar-Waingapu-Ende-Kupang ( Untuk sementara maskapai ini dihentikan operasinya, dan kemungkinan kembali beroperasi pada bulan Pebruari atau Maret 2006).
      • Untuk Jadwal dan juga termasuk rute yang ada, dapat berubah-ubah. Untuk jelasnya dapat anda hubungi langsung pada GSA maskapai tersebut :
        1. GSA Merpati : Ende – Tlp.  (0381) 21355
        2. GSA Nusantara : Ende – Tlp.  (0381) 24400 / 24500, Surabaya – Tlp. (031) 70042558
        3. GSA Pelita Air (Kal Star) : Ende – Tlp.  (0381) 24573
        4. GSA Trans Nusa : Ende – Tlp.  (0381) 24222 / 24333
      • Pada tahun 2008, banyaknya pesawat yang datang dan berangkat sebessr 1.319 mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2007 yang sebesar 907. Sama halnya dengan kunjungan pesawat, penumpang yang datang dan berangkat juga mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2007. Penumpang yang datang sebanyak 34.778 orang atau meningkat dari 26.217 orang, Sedangkan yang berangkat juga meningkat menjadi 31.481. Jika dilihat dari keberangkatan dan kedatangan penumpang yang cukup banyak terjadi pada bulan-bulan juni dan desember, hal ini disebabkan karena pada bulan-bulan tersebut adalah bulan-bulan masa liburan dan hari raya.
  • Alamat muspida
    • Bupati/Walikota
      • Alamat kantor : Jln. El Tari No, Ende
      • Nomor telepon kantor :  (0381) 21001
      • Alamat rumah :
      • Nomor telepon rumah :
    • Wakil bupati/wakil walikota
      • Alamat kantor : Jln. El Tari No, Ende
      • Nomor telepon kantor :  (0381) 24518
      • Alamat rumah :
      • Nomor telepon rumah :
    • Ketua DPRD
      • Alamat kantor : Jln. El Tari No, Ende
      • Nomor telepon kantor :  (0381) 22126
      • Alamat rumah :
      • Nomor telepon rumah :
    • Sekertaris Daerah
      • Alamat kantor : Jln. El Tari No, Ende
      • Nomor telepon kantor :  (0381) 21021
      • Alamat rumah :
      • Nomor telepon rumah :

Sumber : Diolah dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s