Potensi NTT

Andre Dethan Praktisi Pertanian asal Kupang

Andre Dethan Praktisi Pertanian asal Kupang

Perkembangan wilayah biasanya merupakan wujud dari keinginan masyarakat di suatu daerah untuk tumbuh dan berkembang dari segi ekonomi, politik, sosial, budaya dan keamanan, dalam dimensi geografis. Tingkat perkembangan wilayah dapat dilihat dari rasio luas wilayah terbangun (built-up area) terhadap total luas wilayah. Semakin besar rasionya, maka semakin tinggi tingkat perkembangan wilayahnya. Semakin luas built-up areanya dapat diartikan semakin tinggi aktivitas ekonomi masyarakatnya. Kondisi tersebut dapat dilihat dari semakin rapatnya jaringan jalan, semakin meluasnya wilayah perkantoran dan perdagangan, semakin menyebarnya wilayah pemukiman dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan tingginya peluang kerja.

Semakin meningkatnya kegiatan ekonomi mulai dari pusat pusat bisnis (central business district atau CBD) yang cenderung berkembang ke arah luar, baik secara difusif maupun secara lompatan katak (leaf frog), mengakibatkan tumbuhnya kota kota satelit sebagai lokasi pemukiman baru. Oleh karena sebuah pemukiman kota baru atau kota satelit membutuhkan luas tanah yang besar dan di dalam wilayah kota sendiri ketersediaan tanah semakin terbatas dan cenderung sangat mahal, maka lokasi kota kota baru tersebut akan menyebar di luar wilayah kota asalnya. Proses inilah yang kemudian menyebabkan wilayah administratif tetangganya memperoleh manfaat dengan semakin berkembangnya daerah perbatasannya.

Berkembangnya wilayah administratif yang berbatasan dengan kota kota besar inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya daerah otonom baru dari pemekaran daerah induknya. Proses seperti inilah yang semestinya menjadi acuan dasar dalam melahirkan daerah otonom baru di Indonesia. Sebuah daerah yang sudah layak menjadi daerah otonom karena memiliki potensi ekonomi yang memenuhi syarat bagi kehidupan warganya untuk dapat tumbuh dan berkembang. Secara perlahan tapi pasti, tanpa menimbulkan beban keuangan negara, wilayah tersebut akan berkembang sesuai mekanisme pasar.

Perkembangan wilayah seperti yang dijelaskan di atas, pada kurun waktu tertentu akan tumbuh menjadi suatu megapolitan area. Gabungan kota kota dalam suatu megapolitan area memiliki ciri kehidupan yang sangat efisien dan efektif. Interaksi antar kota terjauh dapat ditempuh paling lama dalam satu jam, dalam jarak terjauh sekitar 300 – 600 km. Kota megapolitan tersebut seperti Boswash (Boston-Washington), Chipitts (Chicago-Pittsburg) atau Sansan (Santa Barbara – San Diego) di Amerika Serikat (Haggett, 2001). Di Indonesia, fenomena di atas sudah barang tentu memiliki perbedaan karena tingkat kemajuan ekonomi, kondisi sosial politik dan budaya yang tidak sama dengan negara negara tersebut. Dalam skala yang lebih kecil dijumpai area Jabodetabek, Gerbangkertasusila dan Joglosemar.

Di Indonesia, pola perkembangan wilayah sebelum tahun 1998 mengalami perubahan sejak bergulirnya era reformasi setelah tahun 1998. Fenomena tersebut merupakan konsekuensi dari perubahan kebijakan sentralisasi menjadi desentralisasi (otonomi daerah).  Kebijakan tersebut tertuang dalam UU No. 2 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang kemudian diganti dengan UU No. 32 tahun 2004. Dalam rangka implementasi kebijakan tersebut maka dikeluarkan PP No. 129 tahun 2000 tentang persyaratan dan tata cara pembentukan daerah otonom baru, penghapusan dan penggabungan daerah otonom. Peraturan Pemerintah tersebut kemudian diganti dengan PP No. 78 tahun 2007.

Kebijakan otonomi daerah sesungguhnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam naungan wilayah NKRI yang semakin kokoh melalui strategi pelayanan kepada masyarakat yang semakin efektif dan efisien dan adanya akselerasi pertumbuhan dan perkembangan potensi daerah yang semakin cepat. Dalam bahasa yang sederhana yaitu untuk mewujudkan pembangunan yang lebih adil dan lebih merata. Masing masing daerah otonom didorong dan dipacu untuk tumbuh dan berkembang secara mandiri sesuai kewenangan yang diberikan untuk mengelola potensi daerahnya masing masing. Dengan demikian diharapkan bangsa Indonesia di masa datang akan lebih mampu bersaing dengan bangsa bangsa lain di dunia dalam persaingan global yang semakin ketat.

Seiring dengan perjalanan implementasi kebijakan otonomi daerah di Indonesia muncul berbagai persoalan yang memerlukan usaha usaha perbaikan baik dalam substansi peraturan perundangan maupun teknis pelaksanaan di lapangan. Beberapa masalah yang dipandang sangat penting untuk segera diatasi adalah  (Kemendagri, 2010):

  1. Dalam kurun waktu 10 tahun sejak tahun 1999 telah terbentuk daerah otonom baru sebanyak 205 buah yang terdiri dari 7 provinsi, 164 kabupaten dan 34 Kota. Dengan perkataan lain terjadi peningkatan  64% dari jumlah daerah otonom tahun 1998 atau secara rata rata dalam satu tahun lahir 20 daerah otonom baru.
  2. Banyaknya daerah otonom baru tersebut memiliki implikasi terhadap semakin besarnya dana pembangunan daerah otonom baru yang dialokasikan dari APBN. Pada tahun 2002 dialokasikan DAU sebesar Rp. 1.33 triliun, tahun 2003 sebesar Rp. 2.6 triliun dan pada tahun 2010 sebesar Rp. 47.9 triliun.
  3. Beberapa fakta yang dijumpai antara lain adalah adanya daerah otonom baru ternyata memiliki jumlah penduduk sangat sedikit bahkan ada sebuah daerah otonom kabupaten baru hanya berpenduduk kurang dari 12.000 jiwa. Fakta lain adalah jumlah dan kualitasSDM sebagai personil Pemerintah Daerah sangat minim, kurang tersedianya prasarana dan sarana pemerintahan dan munculnya berbagai konflik masyarakat lokal yang mengiringi proses otonomi daerah antara lain akibat persoalan batas wilayah.

Hal hal di atas adalah sebagian masalah yang timbul pada saat awal digulirkannya kebijakan otonomi daerah dan pemekaran daerah berdasarkan perangkat UU dan peraturan pelaksanaannya. Perangkat peraturan pelaksanaannya inilah yang kemudian perlu disempurnakan sebagai salah satu alternatif untuk menghindari timbulnya masalah yang sama di masa yang akan datang.

PELUANG USAHA SEKTOR KEHUTANAN

Salah satu potensi kehutanan yang sedang dikembangkan di Nusa Tenggara Timur adalah Kutu Lak. Kutu Lak merupakan potensi komoditi utama Provinsi NTT yang sekarang ini terus dikembangkan dan tersebar di Kabupaten Kupang, Alor, Sumba Timur, Sumba Barat, TTS, Flores Timur, Ngada dan Rote Ndao dengan status kepemilikan tanah adalah milik rakyat.

 POPULASI KAYU CENDANA  DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2007

No

Kabupaten

Pohon Induk

Pohon Muda

1.

 Kupang

2.230

10.952

4.

 Timor Tengah Selatan

16.968

95.745

5.

 Timor Tengah Utara

16.090

17.988

6.

 Belu

16.129

74.841

Jumlah

51.417

199.526

2005

51.417

199.526

Sumber : Dinas Kehutanan Provinsi NTT

PRODUKSI HASIL HUTAN DI PROVINSI  NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2007

No

Jenis Hasil Hutan

Satuan

Jumlah Produksi

A

 Kayu-Kayuan, Arang dan Pohon

1.

 Kayu Rimba Persegi

M3

3.169,83

2.

 Kayu Rimba Bulat

M3

3.

 Kayu Jati Persegi

M3

11.724,98

4.

 Kayu Jati Bulat

M3

496,16

5.

 Kayu Merah Olahan

M3

26,65

6.

 Mahoni Olahan

Kg

2.629,10

B.

 Non Kayu, Kulit dan Daun

1.

 Asam Isi

Ton

4.236.605

2.

 Asam Biji

Ton

5.800.100

3.

 Kemiri Isi

Ton

20.275.809

4.

 Kemiri Biji

Ton

650.368

5.

 Pinang Iris

Kg

12.895

6.

 Lilin

Kg

7.

 Kulit Kayu Manis

Kg

8.

 Rotan

Kg

720

9.

 Serbuk Cendana

Kg

5.852

10.

 Minyak Cendana

Liter

3.094

11.

 Ampas Cendana

Kg

81.100

12.

 Gaharu

Kg

30.000

13.

 Kayu Papi

Kg

233.394

14.

 Kemedangan

Kg

1.850

15.

 Minyak Aksiri

Kg

16.

 Gubal Kayu Putih

Kg

17.

 Seedlak

Kg

3.837.642

C.

 Perburuan

1.

 Madu

Liter

6.432

Sumber : Dinas Kehutanan Provinsi NTT

PELUANG USAHA SEKTOR PERKEBUNAN

1. Tanaman Kelapa

Luas lahan yang tersedia adalah 154.232,37 ha. Luas lahan yang belum diusahakan (disiapkan untuk pihak investor adalah 50.386,67ha) untuk pengembangan dan tersedia lokasi di 16 Kabupaten/kota se-NTT, dengan dukungan sarana dan prasarana penunjang yang memadai. Tanah merupakan milik rakyat.

6.2.1 Tanaman Perkebunan Kelapa di setiap Kab. Tahun 2007

Kabupaten

Belum
Meng Hasilkan

Sudah
Meng Hasilkan

Tidak
Meng hasilkan

Jumlah
Luas Areal

Jumlah
Produksi

Sumba Barat

4.992,00

2.910,00

2.379,00

10.281,00

3.023,00

Sumba Timur

715,00

3.370,00

1.234,00

5.319,0

2.355,00

Kupang

2.445,00

8.834,00

103,00

11.382,00

5.525,00

TTS

6.948,00

3.699,00

565,00

11.212,00

1.260,00

TTU

2.895,00

2.096,00

434,00

5.425,00

606,00

Belu

1.127,00

8.529,00

77,00

9.733,00

9.376,00

Alor

70,00

1.653,00

3.020,00

4.743,00

866,00

Lembata

1.421,00

2.304,00

279,00

4.004,00

1.849,00

Flores Timur

2.319,00

8.355,00

79,00

10.753,00

1.123,64

Sikka

3.295,00

13.605,00

2.967,00

19.867,00

6.745,00

Ende

2.539,00

7.990,00

255,00

10.784,00

8.143,00

Ngada

1.644,00

5.580,00

319,00

7.543,00

2.768,00

Manggarai

1.926,00

4.859,00

3.266,00

10.011,00

1.294,00

Rote Ndao

378,00

3.689,00

501,00

4.568,00

3.319,00

Manggarai Barat

1.308,00

2.827,00

319,00

4.454,00

842,00

Sumba Barat Daya

8.855,00

4.954,00

2.445,00

16.254,00

3.956,00

Sumba Tengah

2.876,00

1.362,00

1.180,00

5.418,00

793,00

Nagekeo

1.838,00

4.559,00

1.220,00

7.617,00

2.368,00

Manggarai Timur

Kota Kupang

11,00

300,00

311,00

208,00

Jumlah Total

47.602,00

91.472,00

18.263,00

159.679,00

53.211,64

2006

48.043,37

92.711,34

18.845,38

159.600,09

65.516,45

2. Tanaman Jambu Mete

Luas lahan potensi sebesar 134.997,24 ha. Luas lahan yang belum diusahakan/ dikembangkan oleh investor sebesar 73.821,37 ha dengan lokasi terbesar di 16 Kabupaten/ kota se-NTT dengan dukungan sarana dan prasarana penunjang yang memadai, status tanah milik rakyat.

6.2.5
Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan Jambu Mete di setiap Kab. Tahun 2007

Kabupaten

Belum
Meng Hasilkan

Sudah
Meng Hasilkan

Tidak
Meng hasilkan

Jumlah
Luas Areal

Jumlah
Produksi

Sumba Barat

1.056,00

569,00

 1.499,00

3.124,00

126,00

Sumba Timur

1.289,00

4.248,00

4.597,00

10.134,00

1.963,00

Kupang

5.244,00

4.097,00

9.341,00

531,00

TTS

3.755,00

612,00

423,00

4.790,00

188,00

TTU

6.921,00

3.669,00

589,00

11.179,00

1.481,00

Belu

1.401,00

563,00

7,00

1.971,00

127,00

Alor

6.098,00

3.361,00

358,00

9.817,00

1.424,00

Lembata

6.542,00

3.086,00

165,00

9.793,00

868,00

Flores Timur

16.683,00

12.107,00

28.790,00

8.614,00

Sikka

9.698,00

10.176,00

1.690,00

21.564,00

8.897,00

Ende

3.640,00

3.912,00

141,00

7.693,00

2.232,00

Ngada

3.729,00

1.783,00

156,00

5.668,00

895,00

Manggarai

4.445,00

5.154,00

4.184,00

13.783,00

1.111,00

Rote Ndao

1.171,00

55,00

10,00

1.236,00

20,00

Manggarai Barat

4.449,00

4.167,00

1.424,00

10.040,00

845,00

Sumba Barat Daya

3.841,00

7.320,00

1.968,00

13.129,00

6.332,00

Sumba Tengah

1.129,00

779,00

727,00

2.635,00

506,00

Nagekeo

3.104,00

1.837,00

367,00

5.308,00

1.138,00

Manggarai Timur

Kota Kupang

82,00

40,00

122,00

28,00

Jumlah Total

84.277,00

67.535,00

18.305,00

170.117,00

37.326,00

2006

80.499,02

65.625,06

17.054,14

163.178,22

35.328,83

3. Tanaman Kopi

Luas lahan untuk pengembangan tanaman Kopi di NTT seluas 64.300,21 ha, sedangkan lahan yang belum diusahakan atau yang dipersiapkan kepada pihak investor seluas 23.804,37 ha dan terbesar di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, Sumba Barat dan Kabupaten Ende. Sarana dan prasarana cukup tersedia, status tanah milik rakyat.

6.2.2
Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan Kopi di setiap Kab. Tahun 2007

Kabupaten

Belum
Meng Hasilkan

Sudah
Meng Hasilkan

Tidak
Meng hasilkan

Jumlah
Luas Areal

Jumlah
Produksi

Sumba Barat

662,00

579,00

1.189,00

2.430,00

259,00

Sumba Timur

377,00

357,00

235,00

969,0

146,00

Kupang

279,00

342,00

37,00

658,00

16,00

TTS

643,00

79,00

18,00

740,00

32,00

TTU

617,00

379,00

41,00

1.037,00

140,00

Belu

52,00

182,00

2,00

236,00

43,00

Alor

971,00

273,00

19,00

1.263,00

31.00

Lembata

499,00

303,00

17,00

819,00

134,00

Flores Timur

179,00

1.605,00

1.317,00

3.155,00

223,00

Sikka

333,00

1.227,00

284,00

1.844,00

345,00

Ende

3.685,00

5.039,00

286,00

9,010

2.451,00

Ngada

2.964,00

2.797,00

167,00

5.928,00

2.147,00

Manggarai

5.707,00

15.990,00

1.690,00

23.387,00

6.067,00

Rote Ndao

Manggarai Barat

2.291,00

3.197,00

413,00

4.675,00

1.806,00

Sumba Barat Daya

3.902,00

4.590,00

1.700,00

10.192,00

4.948,00

Sumba Tengah

787,00

567,00

650,00

2.004,00

260,00

Nagekeo

438,00

491,00

6,00

935,00

337,00

Manggarai Timur

Kota Kupang

Jumlah Total

24.386,00

37.997,00

8.125,00

70.508,00

19.385,00

2006

24.202,78

38.289,36

5.855,34

68.347,48

18.856,04 

4. Tanaman Kakao

Luas lahan tersedia seluas 37.883,02 ha, sedangkan lahan yang masih tersedia bagi pengembangan tanaman Kakao seluas 15.280,57 ha, tersedia di Kabupaten Kupang, Belu, Ngada, Manggarai, Sumba Barat dan Flores Timur, dengan dukungan sarana sampai pada desa-desa.

6.2.4
Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan Kakao/ Coklat di setiap Kab. Tahun 2007

Kabupaten

Belum
Meng Hasilkan

Sudah
Meng Hasilkan

Tidak
Meng hasilkan

Jumlah
Luas Areal

Jumlah
Produksi

Sumba Barat

171,00

71,00

151,00

393,00

40,00

Sumba Timur

13.00

4,00

17,00

Kupang

75,00

144,00

38,00

257,00

15,00

TTS

43,00

8,00

51,00

3,00

TTU

103,00

96,00

33,00

232,00

41,00

Belu

312,00

143,00

58,00

515,00

25,00

Alor

235,00

16,00

1,00

252,00

2,00

Lembata

376,00

229,00

25,00

630,00

49,00

Flores Timur

1.899,00

2.101,00

4.000,00

651,00

Sikka

6.604,00

11.945,00

2.885,00

21.434,00

6.682,00

Ende

2.668,00

3.044,00

74,00

5.786,00

2.886,00

Ngada

450,00

214,00

12,00

676,00

161,00

Manggarai

1.281,00

1.294,00

693,00

3.268,00

364,00

Rote Ndao

Manggarai Barat

1.334,00

1.012,00

135,00

2.481,00

177,00

Sumba Barat Daya

798,00

245,00

303,00

1.346,00

80,00

Sumba Tengah

79,00

32,00

138,00

249,00

7,00

Nagekeo

874,00

718,00

33,00

1,625,00

579,00

Manggarai Timur

Kota Kupang

Jumlah Total

17.315,00

21.314,00

4.583,00

43.212,00

11.762,00

2006

17.060,21

20.533,46

3.683,76

41.277,43

14.928,70

5. Tanaman Kemiri

Lahan yang terdiri bagi pengembangan tanaman kemiri seluas 74.972,92 Ha sedangkan lahan yang belum diusahakan/ tersedia untuk investor 39.936,23 Ha dan tersedia 16 Kabupaten/Kota se-NTT, sarana dan prasarana penunjang cukup tersedia sampai ke desa-desa, status tanah milik rakyat.

6.2.6
Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan Kemiri di setiap Kab. Tahun 2007

Kabupaten

Belum
Meng Hasilkan

Sudah
Meng Hasilkan

Tidak
Meng hasilkan

Jumlah
Luas Areal

Jumlah
Produksi

Sumba Barat

Sumba Timur

793,00

1.431,00

280,00

2.504,00

789,00

Kupang

2.688,00

2.940,00

128,00

5.756,00

730,00

TTS

12.336,00

4.098,00

16.434,00

3.130,00

TTU

5.869,00

3.238,00

511,00

9.618,00

1.585,00

Belu

1.439,00

1.515,00

2.954,00

1.582,00

Alor

855,00

5.406,00

29,00

6.290,00

3.060,00

Lembata

Flores Timur

2.190,00

1.249,00

3.439,00

806,00

Sikka

291,00

297,00

42,00

630,00

67,00

Ende

2.570,00

5.505,00

176,00

8.251,00

5.426,00

Ngada

379,00

1.700,00

89,00

2.168,00

837,00

Manggarai

4.355,00

5.233,00

3.725,00

13.293,00

1.383,00

Rote Ndao

Manggarai Barat

2.643,00

1.465,00

467,00

4.575,00

584,00

Sumba Barat Daya

Sumba Tengah

Nagekeo

883,00

1.619,00

148,00

2.650,00

987,00

Manggarai Timur

Kota Kupang

78,00

4,00

4,00

86,00

1,00

Jumlah Total

37.149,00

35.700,00

5,599

78.648,00

20.967,00

2006

38.537,95

35.448,55

6.251,26

80.237,76

20.079,47

6. Tanaman Cengkeh,

Lahan yang tersedia bagi pengembangan tanaman Cengkeh seluas 11.579,81 Ha, sedangkan lahan yang belum diusahakan/ disiapkan kepada investor seluas 5.106,35 ha lokasi tersedia di Kabupaten Ngada, Manggarai, Ende, Sikka.

6.2.3
Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan Cengkeh di setiap Kab. Tahun 2007

Kabupaten

Belum
Meng Hasilkan

Sudah
Meng Hasilkan

Tidak
Meng hasilkan

Jumlah
Luas Areal

Jumlah
Produksi

Sumba Barat

20,00

17,00

48,00

85,00

5,00

Sumba Timur

58,00

37,00

11,00

106,00

13,00

Kupang

TTS

TTU

19,00

4,00

23,00

1,00

Belu

Alor

181,00

90,00

11,00

282,00

27,00

Lembata

16,00

3,00

3,00

22,00

1,00

Flores Timur

22,00

250,00

93,00

365,00

13,00

Sikka

410,00

965,00

118,00

1.493,00

149,00

Ende

348,00

813,00

47,00

1.208,00

247,00

Ngada

173,00

364,00

18,00

555,00

126,00

Manggarai

2.521,00

1.741,00

1.195,00

5.457,00

609,00

Rote Ndao

Manggarai Barat

442,00

338,00

108,00

888,00

53,00

Sumba Barat Daya

573,00

349,00

437,00

1.359,00

50,00

Sumba Tengah

73,00

13,00

148,00

234,00

4,00

Nagekeo

531,00

629,00

11,00

1.171,00

177,00

Manggarai Timur

Kota Kupang

Jumlah Total

5.387,00

5.613,00

2.248,00

13.248,00

1.475,00

2006

5.739,02

5.421,35

1.885,40

13.045,77

932,21

7. Perkebunan Vanili,

Lahan yang tersedia untuk pengembangan tanaman vanili adalah 4.239 ha, tanaman yang belum menghasilkan seluas 2.473 ,72 ha, sedangkan status tanah adalah masyarakat dan tersebar di Kabupaten Ngada, Sikka, Sumba Barat dan Kupang.

6.2.1
Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan Vanilli
di setiap Kab. Tahun 2007

Kabupaten

Belum
Meng Hasilkan

Sudah
Meng Hasilkan

Tidak
Meng hasilkan

Jumlah
Luas Areal

Jumlah
Produksi

Sumba Barat

30,00

13,00

86,00

127,00

2,00

Sumba Timur

33,00

7,00

6,00

46,00

3,00

Kupang

14,00

3,00

2,00

19,00

1,00

TTS

53,00

2,00

55,00

TTU

20,00

7,00

2,00

29,00

2,00

Belu

9,00

5,00

2,00

16,00

1,00

Alor

140,00

87,00

14,00

241,00

51,00

Lembata

10,00

2,00

2,00

14,00

1,00

Flores Timur

133,00

76,00

1,00

210,00

27,00

Sikka

355,00

269,00

11,00

635,00

56,00

Ende

109,00

112,00

14,00

235,00

55,00

Ngada

172,00

154,00

76,00

402,00

69,00

Manggarai

96,00

124,00

26,00

246,00

25,00

Rote Ndao

Manggarai Barat

284,00

165,00

33,00

482,00

37,00

Sumba Barat Daya

86,00

114,00

215,00

415,00

41,00

Sumba Tengah

13,00

3,00

34,00

50,00

1,00

Nagekeo

166,00

141,00

12,00

319,00

127,00

Manggarai Timur

Kota Kupang

Jumlah Total

1.723,00

1.282,00

536,00

3.541,00

526,00

2006

2.322,53

1.598,77

495,39

4.416,69

610,40

8. Tanaman Jarak

Lahan yang tersedia adalah 3.424 lahan/ lokasi yang belum diusahakan adalah 119,20 ha, status kepemilikan adalah tanah masyarakat dan tersebar di 16 Kabupaten/ Kota se- Nusa Tenggara Timur.

6.2.1
Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan Jarak di setiap Kab. Tahun 2007

Kabupaten

Belum
Meng Hasilkan

Sudah
Meng Hasilkan

Tidak
Meng hasilkan

Jumlah
Luas Areal

Jumlah
Produksi

Sumba Barat

880,00

100,00

277,00

1.257,00

45,00

Sumba Timur

173,00

415,00

113,00

701,00

68,00

Kupang

3.942,00

623,00

4.565,00

17,00

TTS

78,00

20,00

3,00

101,00

8,00

TTU

471,00

270,00

741,00

18,00

Belu

408,00

204,00

145,00

757,00

32,00

Alor

1.437,00

33,00

169,00

1.639,00

11,00

Lembata

100,00

100,00

Flores Timur

282,00

282,00

Sikka

125,00

318,00

36,00

479,00

52,00

Ende

36,00

4,00

40,00

1,00

Ngada

Manggarai

16,00

16,00

Rote Ndao

215,00

215,00

Manggarai Barat

275,00

2,00

277,00

1,00

Sumba Barat Daya

1.043,00

214,00

139,00

1.396,00

122,00

Sumba Tengah

354,00

60,00

217,00

631,00

28,00

Nagekeo

Manggarai Timur

Kota Kupang

50,00

50,00

Jumlah Total

9.885,00

2.263,00

1.099,00

13.247,00

403,00

2006

3.304,98

1.127,20

2.439,40

6.871,00

332,69

9. Lada

 6.2.10

Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan Lada di setiap Kab. Tahun 2007

Kabupaten

Belum
Meng Hasilkan

Sudah
Meng Hasilkan

Tidak
Meng hasilkan

Jumlah
Luas Areal

Jumlah
Produksi

Sumba Barat

Sumba Timur

Kupang

TTS

2,00

2,00

TTU

6,00

2,00

8,00

Belu

Alor

19,00

3,00

1,00

23,00

1,00

Lembata

6,00

3,00

1,00

10,00

1,00

Flores Timur

23,00

17,00

3,00

43,00

12,00

Sikka

98,00

117,00

1,00

216,00

22,00

Ende

23,00

27,00

4,00

54,00

11,00

Ngada

37,00

25,00

4,00

66,00

10,00

Manggarai

Rote Ndao

Manggarai Barat

28,00

18,00

46,00

7,00

Sumba Barat Daya

Sumba Tengah

Nagekeo

34,00

15,00

3,00

52,00

9,00

Manggarai Timur

Kota Kupang

Jumlah Total

276,00

225,00

19,00

520,00

73,00

2006

260,34

215,39

8,07

483,80

69,65

10. Pala

 6.2.11

Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan Pala di setiap Kab. Tahun 2007

Kabupaten

Belum
Meng Hasilkan

Sudah
Meng Hasilkan

Tidak
Meng hasilkan

Jumlah
Luas Areal

Jumlah
Produksi

Sumba Barat

Sumba Timur

Kupang

122,00

2,00

124,00

1,00

TTS

20,00

20,00

TTU

Belu

Alor

8,00

2,00

10,00

1,00

Lembata

Flores Timur

101,00

59,00

1,00

161,00

28,00

Sikka

206,00

164,00

370,00

24,00

Ende

29,00

18,00

4,00

51,00

9,00

Ngada

26,00

12,00

1,00

39,00

4,00

Manggarai

Rote Ndao

Manggarai Barat

Sumba Barat Daya

Sumba Tengah

Nagekeo

66,00

36,00

102,00

11,00

Manggarai Timur

Kota Kupang

Jumlah Total

578,00

293,00

6,00

877,00

78,00

2006

546,48

271,38

1,60

819,66

83,89

11. Pinang

 6.2.12

Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan Pinang di setiap Kab. Tahun 2007

Kabupaten

Belum
Meng Hasilkan

Sudah
Meng Hasilkan

Tidak
Meng hasilkan

Jumlah
Luas Areal

Jumlah
Produksi

Sumba Barat

1.272,00

2.854,00

2.070,00

6.196,00

945,00

Sumba Timur

328,00

2.349,00

617,00

3.294,00

1.072,00

Kupang

526,00

821,00

31,00

1.378,00

712,00

TTS

271,00

162,00

433,00

101,00

TTU

868,00

606,00

125,00

1.599,00

463,00

Belu

46,00

96,00

1,00

143,00

737,00

Alor

356,00

338,00

23,00

717,00

75,00

Lembata

96,00

332,00

7,00

435,00

35,00

Flores Timur

102,00

189,00

291,00

63,00

Sikka

2,00

28,00

53,00

12,00

Ende

330,00

707,00

114,00

1.151,00

348,0

Ngada

2,00

3,00

5,00

2,00

Manggarai

311,00

794,00

463,00

1.568,00

112,00

Rote Ndao

6,00

77,00

7,00

90,00

21,00

Manggarai Barat

99,00

241,00

64,00

404,00

42,00

Sumba Barat Daya

6.690,00

10.234,00

1.380,00

18.304,00

2.326,00

Sumba Tengah

1.511,00

743,00

969,00

3.223,00

522,00

Nagekeo

9,00

14,00

23,00

12,00

Manggarai Timur

Kota Kupang

Jumlah Total

12.848,00

20.588,00

5.871,00

39.307,00

6.900,00

2006

14.153,63

20.545,22

5.252,94

79.951,79

7.874,24

12. Lontar

 6.2.14

Luas Areal dan Produksi Tanaman Perkebunan Lontar di setiap Kab. Tahun 2007

Kabupaten

Belum
Meng Hasilkan

Sudah
Meng Hasilkan

Tidak
Meng hasilkan

Jumlah
Luas Areal

Jumlah
Produksi

Sumba Barat

Sumba Timur

Kupang

433,00

668,00

1.101,00

163,00

TTS

TTU

7,00

14,00

1,00

22,00

2,00

Belu

Alor

Lembata

Flores Timur

Sikka

Ende

Ngada

Manggarai

156,00

122,00

1,00

279,00

65,00

Rote Ndao

4.170,00

10.403,00

2.057,00

16.630,00

8.688,00

Manggarai Barat

Sumba Barat Daya

148,00

318,00

576,00

1.042,00

194,00

Sumba Tengah

Nagekeo

Manggarai Timur

Kota Kupang

8,00

15,00

23,00

13,00

Jumlah Total

4.922,00

11.540,00

2.635,00

19.097,00

9.125,00

PELUANG USAHA SEKTOR PERTAMBANGAN

Potensi  pertambangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur cukup besar yang meliputi berbagai jenis galian Golongan A, B dan C. Untuk jenis galian Golongan A dan B baru merupakan perkiraan karena belum dilakukan penelitian dan pemetaan secara seksama, namun untuk bahan galian golongan C sudah dilakukan pemetaan Semi Mikro.

KABUPATEN BELU

BAHAN GALIAN GOLONGAN JENIS BAHAN GALIAN LOKASI LETAK GEOGRAFIS
1 2 3 4
Golongan A Nikel Abot, Pantai Utara 124 0 53’ BT

009 000’ LSGolongan BEmasGunung Lakaan, dekat perbatasan Timor Leste

Kec. Lamaknen125 0 03’ BT

009 006’ LSManususu, Kec. Tasifeto Timur124 0 57’ BT

009 008’ LSTembagaDualulek, Pantai Utara, Kec. Tasifeto Timur124 0 59’ BT

008 054’ LSBinoboma, Pantai Utara Kec. Tasifeto Barat124 0 55’ BT

008 059’ LSWaisuna, Pantai Utara, Kec. Tasifeto Barat124 0 57’ BT

TembagaBaikatan, Pantai Utara, Kec. Tasifeto Timur124 0 57’ BT

Basumit, Pantai Utara, Kec. Tasifeto Timur124 0 58’ BT

009 000’ LS Baburlapan, Pantai Utara, Kec. Tasifeto Timur124 0 52’ BT

008 028’ LS Abbot, Pantai Utara, Kec. Malaka Timur124 0 58’ BT

008 057’ LS Waeluli dekat perbatasan Timor Leste Kec. Lamaknen123 0 09’ BT

009 003’ LS Suliran

Pantai Utara

Kec. Tasifeto124 0 58’ BT

008 058’ LS Turamin, Pantai Utara, Kec. Lamaknen124 0 58’ BT

008 057’ LS  Raimea, Kec. Lamaknen125 0 07’ BT

009 002’ LS

KABUPATEN TTS

BAHAN GALIAN GOLONGAN JENIS BAHAN GALIAN LOKASI LETAK

GEOGRAFIS1234Golongan BEmasS. Taemaman, Fatu Koko Kec. Fatuleu124 0 10’ BT

009 041’ LS  Desa Bijeli Mollo Kec. Mollo Selatan124 0 20’ BT

009 040’ LS TembagaFatukole Kec. Mollo Utara124 0 14 ’ BT

009 038’ LS  Fatukas Kec. Mollo Selatan124 0 13’ BT

009 036’ LS  Fatu Noil Susu, Kec. Mollo Utara124 0 13’ BT

009 037’ LS  Nipol (S. Noil Baun)  Kec. Amanuban Timur124 0 32’ BT

009 046’ LS  Toil Uapas Kec. Amanatun Selatan

124 0 36’ BT

009 048’ LS  Fatu Fenu Kec. Fatu Leu124 0 38’ BT

009 051’ LS  Noil Bam (Teas ) Kec. Amanatun Selatan124 038’ BT

009 051’ LS  Sebot, Molo Kec. Molo Utara

124 015’ BT

009 041’ LS  S. Taemaman Dekat Kampung Fatukoko Kec. Molo Selatan124 010’ BT

009 041’ LS  Fatu Tuminu Kec. Molo Selatan124 032’ BT

009 047’ LS  Oe Ekam

Kec. Amanuban Tengah124 018’ BT

009 059’ LS  Oe Bake Kec. Amanuban Tengah124 025’ BT

009 058’ LS  Baboin

Kec. Amanuban Tengah124 031’ BT

009 056’ LS  Kolbano Kec. Amanuban Tengah124 031’ BT

010 001’ LS

KABUPATEN KUPANG

BAHAN GALIAN GOLONGAN JENIS BAHAN GALIAN LOKASI LETAK

GEOGRAFIS1234Golongan  ANikelPegunungan Kongkong Dekat Kec. Amfoang Selatan123 058’ BT

009 038’ LSGolongan  BEmasFatu Booi

Kec. Amfoang Selatan123 049’ BT

TembagaOil Baki

Kec. Amfoang Selatan123 056’ BT

009 040’ LS  Fau Fatu

Kec. Amfoang Selatan123 054’ BT

009 039’ LS  Oil Baun

Kec. Amfoang Selatan123 056’ BT

009 039’ LS  Oil Tuwa

Kec. Amfoang Selatan123 053’ BT

009 042’ LS  Nono Tueu

Kec. Amfoang Selatan123 053’ BT

009 044’ LS  Fatukail

Kec. Amfoang Selatan123 059’ BT

009 059’ LS  Fatu Booi

Kec. Fatuleu123 049’ BT

009 048’ LS  Kefaimanu

Kec. Fatuleu123 050’ BT

009 047’ LS  Tai Niti

Kec. Fatuleu123 053’ BT

009 046’ LS  Fatu fenu

Kec. Fatuleu123 057’ BT

009 047’ LS  Bikele

Kec. Fatuleu123 056’ BT

009 048’ LS  Nai Mele

Kec. Fatuleu123 053’ BT

009 047’ LS  Taemaman Bone

Kec. Fatuleu123 053’ BT

009 048’ LS  Fatu Balu

Kec. Fatuleu123 053’ BT

009 052’ LS  Fatu Tanini

Kec. Fatuleu123 052’ BT

009 049’ LS  Fatu Nitti  II

Kec. Fatuleu123 053’ BT

009 050’ LS  Fatu Nitti  II

Kec. Fatuleu123 049’ BT

009 056’ LS  Oil Susu / Niti Noin

Kec. Amarasi123 049’ BT

10 013’ LS  Oil Kuku

Kec. Kupang Timur123 041’ BT

Baun

Kec. Amarasi123 043’ BT

10 018’ LS  Niti Noin / Oil Noin / Oil Susu

Kec. Amarasi123 049’ BT

10 018’ LS  Baumata

Kec. Amarasi123 041’ BT

10 021’ LS  Kolbano

Kec. Amanuban124 031’ BT

10 001’ LS  Sulamu

Kec. Kupang Timur128 039’ BT

10 001’ LS  Baban

Kec. Amanuban123 046’ BT

10 006’ LS  Fatu Taemaman

Kec. Fatuleu123 053’ BT

009 048’ LS

KABUPATEN MANGGARAI

BAHAN GALIAN GOLONGAN JENIS BAHAN GALIAN LOKASI LETAK

GEOGRAFI1234Golongan ATimahHulu W. Wura

Dekat Desa Mocak

Kec. Satarmese

W. Boa, Anak Sungai Musur

Kec. Mborong120 033’ BT

008 0 39’ LS

120 035’ BT

008 038’ LSGolongan  BMangan dan BesiNggorang 8  Km

Selatan Reo

Kec. Reo120 030’ BT

008 020’ LS

KABUPATEN NGADA

BAHAN GALIAN GOLONGAN JENIS BAHAN GALIAN LOKASI LETAK

GEOGRAFI1234Golongan ABatubaraDesa Wangka

Kec. Riung

(sekitar 14 Km sebelah Selatan Riung)  TimahToring

Kec. Riung121 007’ BT

008 029’ LS  Poma

Kec. Boawae121 007’ BT

008 035’ LS  Wolotuli, W. Polo

Kec. Bajawa121 000’ BT

008 041’ LSGolongan BBesiDesa Riung bagian Utara, 2-3 Km sebelah selatan Teluk Bamju / Riung

Kec. Riung121 045’ BT

008 026’ LS  Wolobesi, wolombopo

dan Wolo Rinding

Kec. Riung120 059’ BT

008 024’ LS

KABUPATEN ENDE

BAHAN GALIAN GOLONGAN JENIS BAHAN GALIAN LOKASI LETAK

GEOGRAFI

 1234Golongan BTembagaWolowaru

Kec. Wolowaru121 056’ BT

008 044’ LS Pasir BesiPantai Salatari Anatara Ende – Phondo (Nangapanda)

Kec. Ende121 021’  S/D

121 0 39’ BT

008 0 29’ S/D

008 0 36’  LS

KABUPATEN SIKKA

BAHAN GALIAN GOLONGAN JENIS BAHAN GALIAN LOKASI LETAK

GEOGRAFI1234Golongan BPasir Besi

EmasPantai Utara

Antarta Maumere – Talibura

Kec. Talibura

Kali Wajo

122 016’  S/D

122 0 30’ BT

008 0 29’ S/D

008 036’  LS

KABUPATEN LEMBATA

BAHAN GALIAN GOLONGAN JENIS BAHAN GALIAN LOKASI LETAK

GEOGRAFI1234Golongan BEmasWaefuka

Kec. Buyasuri123 049’ 55” BT

008 015’28” LS TembagaAntara Desa Hadakewa dan Laramatang Pantai Utara

Kec. Labatukan123034’ BT

008 023’ LS  Mereuwang

± 3 Km arah aratdari Walupoint Pulau Lomblen

Kec. Buyasuri123049’ BT

008 017’ LS  Waipue Point

P. Lomblen

Kec. Buyasuri123050’ BT

008 017’ LS  Longohoni

Kec. Buyasuri123052’ BT

008 016’ LS Timbal (Timah Hitam)2 Km arah Tenggara dari Balauring Pulau Lomblen

Kec. Omesuri.123043’ BT

008 075’ LS  Hulu W. Rango

Dekat Desa Topalango

Kec. Lobatukang Pulau Lomblen123039’ BT

008 017’ LS BesiBeurKec. Buyasuri123053’ BT

008 015’ LS  Gunung Kedang Pantai Utara Kec. Omesuri Kec. Omesuri123048’ BT

008 013’ LS

KABUPATEN SUMBA TIMUR

BAHAN GALIAN GOLONGAN JENIS BAHAN GALIAN LOKASI LETAK

GEOGRAFIS1234Golongan BTimbal (Timah Hitam)Laibunggi Ujung Selatan

Bag. Barat P. Sumba

Kec. Tabundung

120007’ BT

010 008’ LS

KABUPATEN SUMBA BARAT

BAHAN GALIAN GOLONGAN JENIS BAHAN GALIAN LOKASI LETAK

GEOGRAFIS1234Golongan BPasir BesiMemboro, Pantai Utara P. Sumba

Kec. Laratama119032’ BT

009 021’ LS

KABUPATEN ALOR

BAHAN GALIAN GOLONGAN JENIS BAHAN GALIAN LOKASI LETAK

GEOGRAFIS1234Golongan BTembagaSekitar Bomara dan Brakbuku (Wakapasir)

Kec. Alor Barat Daya124034’ BT

008 026’ LS Timbal (timah hitam)Worgilip-Prabur ± 35 km ke arah barat daya dari Kalabahi

Kec. Alor Barat124023’ BT

008 025’ LS  Maikawada (Apui) antara Desa  Kaliasi Barat

Kec. Alor Selatan124042’ BT

008 019’ LS  Taneman 7,5 km sebelah Barat Daya Tido

Kec. Alor Timur124022’ BT

008 022’ LS  Sekitar Ds. Kuneman

Kec. Alor Selatan124047’ BT

008 024’ LS Timbal (timah hitam)Sekitar Ds. Mamenang

± 40 km sebelah tenggara kalabahi

Kec. Alor Timur123050’ BT

008 016’ LS  Dekat Desa Pido

Kec. Alor Timur124050’ BT

008 016’ LS  Sekitar Ds. Taramen

Kec. Alor Timur124051’ BT

008 012’ LS  Sekitar Brakbaku (Wakapsir)

Kec. Alor Barat Daya

PELUANG USAHA SEKTOR PETERNAKAN

Sejarah telah menunjukkan bahwa Nusa Tenggara Timur merupakan daerah yang cocok unntuk pengembangan ternak besar (Sapi, Kerbau, dan Kuda, Kambing serta Sapi). Lahan masih cukup tersedia di Kabupaten TTS, Sumba Barat, Sumba Timur dan Kabupaten Kupang. Status tanah adalah milik masyarakat.

Tabel / Table 6.3.1
Populasi Ternak Besar menurut Jenis Ternak
di Setiap Kabupaten 2008

 

Kabupaten

Sapi

Kerbau

Kuda

01

Sumba Barat

656

9,137

2,375

02

Sumba Timur

43,430

36,161

29,557

03

Kupang

144,674

7,519

12,922

04

Timor Tengah Selatan

126,158

540

5,091

05

Timor Tengah Utara

61,839

768

2,445

06

Belu

100,374

2,689

4,031

07

Alor

1,350

13

156

08

Lembata

1,498

5

1,672

09

Flores Timur

1,650

37

2,598

10

Sikka

5,083

531

3,321

11

Ende

7,049

2,714

2,661

12

Ngada

17,251

4,579

4,124

13

Manggarai

8,762

16,192

6,401

14

Rote Ndao

15,408

10,962

4,583

15

Manggarai Barat

2,329

21,205

1,226

16

Sumba Barat Daya *)

3,271

17,658

10,055

17

Sumba Tengah *)

2,974

8,685

5,549

18

Nagekeo *)

19,127

8,325

4,779

19

Manggarai Timur *)

71

Kota Kupang

3,581

34

55

Jumlah/Total

566,464

147,754

103,601

2007

555,383

144,979

102,256

2006

544,482

142,257

99,872

Sumber  : Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Tabel / Table 6.3.2
Populasi Ternak Kecil menurut Jenis Ternak
di Setiap Kabupaten 2008

 

Kabupaten

Babi

Kambing

Domba

01

Sumba Barat

15,428

2,112

85

02

Sumba Timur

40,044

42,210

953

03

Kupang

108,797

85,813

32,516

04

Timor Tengah Selatan

286,957

37,682

05

Timor Tengah Utara

68,944

18,143

36

06

Belu

111,977

14,124

23

07

Alor

74,772

30,021

6

08

Lembata

52,980

33,079

474

09

Flores Timur

140,232

59,574

2,177

10

Sikka

106,347

39,337

209

11

Ende

74,058

23,374

49

12

Ngada

79,759

9,580

129

13

Manggarai

105,966

36,576

56

14

Rote Ndao

67,746

33,550

20,286

15

Manggarai Barat

48,903

10,367

49

16

Sumba Barat Daya *)

31,236

5,600

100

17

Sumba Tengah *)

13,832

3,640

18

Nagekeo *)

82,446

37,666

3,140

19

Manggarai Timur *)

71

Kota Kupang

22,648

4,645

41

 

Jumlah/Total

1,533,072

527,093

60,329

2007

1,457,549

511,694

59,319

2006

1,385,961

496,766

58,305

Sumber  : Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Tabel / Table 6.3.3
Populasi Ternak Unggas menurut Jenis Unggas
di Setiap Kabupaten 2008

 

Kabupaten

Ayam Kampung

Ayam Ras

Itik/Itik Manila

01

Sumba Barat

153,499

281

02

Sumba Timur

533,772

1,521

03

Kupang

1,988,171

86,303

18,963

04

Timor Tengah Selatan

808,225

10,219

05

Timor Tengah Utara

144,353

1,750

9,553

06

Belu

799,693

21,346

07

Alor

384,322

6,405

12,447

08

Lembata

198,202

18,953

09

Flores Timur

522,760

11,363

10

Sikka

517,464

47,290

11

Ende

1,792,231

61,580

12

Ngada

309,079

1,762

8,467

13

Manggarai

651,980

8,630

14

Rote Ndao

114,366

292

15

Manggarai Barat

126,668

12,133

16

Sumba Barat Daya *)

344,399

631

17

Sumba Tengah *)

152,524

280

18

Nagekeo *)

377,764

1,206

10,349

19

Manggarai Timur *)

71

Kota Kupang

25,350

7,817

2,689

Jumlah/Total

9,944,822

105,243

256,987

2007

9,842,891

103,436

253,484

2006

9,732,275

100,455

249,568

Sumber  : Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Tabel / Table 6.3.6
Banyaknya Ternak yang Dipotong di Luar Rumah Potong Hewan 2008

 

Kabupaten

Sapi

Kerbau

Domba

Kambing

Babi

01

Sumba Barat

10

82

23

556

5,323

02

Sumba Timur

641

323

262

11,120

13,815

03

Kupang

2,135

67

8,945

22,606

37,535

04

TTS

1,862

5

9,927

99,000

05

TTU

913

7

10

4,780

23,786

06

Belu

1,482

24

6

3,721

38,632

07

Alor

20

0

2

7,909

25,796

08

Lembata

22

0

130

8,714

18,278

09

Flores Timur

24

0

599

15,694

48,380

10

Sikka

75

5

57

10,363

36,690

11

Ende

104

24

13

6,158

25,550

12

Ngada

255

41

35

2,524

27,517

13

Manggarai

129

145

15

9,635

36,558

14

Rote Ndao

227

98

5,581

8,838

23,372

15

Manggarai Barat

34

190

13

2,731

16,872

16

Sumba Barat Daya

48

158

28

1,475

10,776

17

Sumba Tengah

44

78

959

4,772

18

Nagekeo

282

74

864

9,923

28,444

19

Manggarai Timur

71

Kota Kupang

53

0

11

1,224

7,814

Jumlah/Total

8,361

1,321

16,597

138,855

528,910

2007

8,195

1,297

16,313

134,800

502,853

2006

8,031

1,271

16,038

130,867

478,157

Sumber  : Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Tabel / Table 6.3.5
Banyaknya Ternak yang Dipotong di Rumah Potong Hewan 2008

  Kabupaten

Sapi

Kerbau

Domba

Kambing

Babi

01 Sumba Barat

48

408

8

185

1,331

02 Sumba Timur

3,205

1,616

87

3,707

3,454

03 Kupang

10,677

336

2,982

7,535

9,384

04 TTS

9,310

24

3,309

24,750

05 TTU

4,564

34

3

1,593

5,946

06 Belu

7,408

120

2

1,240

9,658

07 Alor

100

1

1

2,636

6,449

08 Lembata

111

0

43

2,905

4,570

09 Flores Timur

122

2

200

5,231

12,095

10 Sikka

375

24

19

3,454

9,172

11 Ende

520

121

4

2,053

6,388

12 Ngada

1,273

205

12

841

6,879

13 Manggarai

647

724

5

3,212

9,140

14 Rote Ndao

1,137

490

1,860

2,946

5,843

15 Manggarai Barat

172

948

4

910

4,218

16 Sumba Barat Daya

241

789

9

492

2,694

17 Sumba Tengah

219

388

320

1,193

18 Nagekeo

1,412

372

288

3,308

7,111

19 Manggarai Timur

71 Kota Kupang

264

2

4

408

1,953

Jumlah/Total

41,805

6,603

5,532

46,285

132,227

2007

40,958

6,480

5,437

44,933

125,715

2006

40,156

6,357

5,345

43,622

119,539

Sumber  : Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Tabel / Table 6.3.7
Banyaknya Ternak yang Dipotong di RPH dan Luar RPH 2008

 

Triwulan

Sapi

Kerbau

Domba

Kambing

Babi

1

I

12,530

2,207

5,474

48,244

176,749

2

II

12,530

2,207

5,474

48,244

176,749

3

III

12,530

2,207

5,474

48,244

176,749

4

IV

12,530

2,207

5,474

48,244

176,749

NTT

50,118

8,829

21,897

192,974

706,994

2007

49,153

7,777

21,750

179,733

628,568

2006

48,188

7,628

21,380

174,488

597,696

Sumber  : Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur

PRODUKSI TELUR DI NTT MENURUT
JENIS UNGGAS TAHUN 2006 – 2007 (Kg)

Jenis Unggas

2006

2007

1. Ayam Kampung

4,142,057

4,189,135

2. Ayam Ras

5,209,796

5,211,515

3. Itik

1,176,546

1,195,007

Keterangan :

– Produksi Telur Ayam Ras sudah termasuk dengan Pemasukan Telur berdasarkan Ijin Pemasukan

POTENSI PERIKANAN

I. Pendahuluan

Kegiatan investasi akan berlangsung di suatu daerahy jika tersedia produk yang dapat di kembangkan dan memiliki pangsa pasar yang jelas, iklim investasi yang kondusif, serta hasil analisis ekonomi yang menguntungkan.

ketiga persaratan ini akan di kembangkan melalui suatu keserasian hubungan antara pengusaha (investor), pemerintah dan masyarakat lokal. keadaan ini ingin di capai oleh Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan jalan mengindentifikasi dan mengkaji produk yang dapat di kembangkan, pembenahan pada aparat, kelembagaan dan peraturan, penyiapan masyarakat memasuki era industri . salah satu sektor usaha yang mempunyai keunggulan Komperatif dan kompotatif adahah sektor kelautan dan perikanan.

kebijakan pemerintah untuk mendorong investasi merupakan hal penting dan mendesak untuk dilakukan baik pada tataran pemerintah pusat maupun daerah. untuk itu upaya promosi dalam rangka menarik kegiatan investasi merupakan langka penting untuk dilaksanakan. pendekatan yang dilakukan adalah menawarkan produk-produk yang dihasilkan di daerah ini yang berpeluang dijadikan komoditas unggulan.

sebagai pendukung dan pengembangan sektor kelautan dan perikanan di provinsi Nusa Tenggara Timur diantaranya adalah dengan dicanamkannya Program Strategi Pembangunan Daerah yang dikenal dengan Tiga Pilar Pembangunan yaitu : Pembangunan ekonomi, Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Hukum dan Ham.

Potensi Sumber daya Kelautan cukup besar namun kontribusi terhadap PDRB pada tahun 2006 hanya 4,5% dan penyerapan tenaga kerja hanya 5% dari jumlah tenaga kerja . sebagai upaya mewujudkan percepatan pengembangan pembangunan perikanan dan kelautan Gubernur telah mencenamkan Gerakan Masuk Laut (GEMALA) yang di tuangkan dalam Keputusan Gubernur NTT N). 24 Tahun 2002. hal ini sekaligus menjawab tantangan Pemerintah Pusat dalam hal Revitalisasi Perikanan.

II. VISI

” TERWUJUDNYA SUMBERDAYA PERIKANAN DAN KELAUTAN SEBAGAI MASA DEPAN MASYARAKAT PESISIR YANG MENDIRI MAJU DAN SEJAHTERA “

III. MISI

Meningkatkan kemampuan ekonomi daerah dalam pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan serta    jasa-jasa kelautan secara berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kesejateraan rakyat

  1. Menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi partisipasi segenap lapisan masyarakat pemanfaatan sumber daya serta jasa-jasa kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.
  2. Memelihara dan mengembangkan sarana dan prasarana daya dukung dan kualitas lingkungan wilayah perairan umum, pesisir dan kelautan guna menjamin kesinambungan pembangunan
  3. Meningkatkan kapasitas kelembagaan ekonomi, kesadaran hukum dan kualitas SDM di bidang teknologi kelautan dan perikanan.
  4. Meningkatkan pengawasan dan perlindungan terhadap sumber daya kelautan dan perikanan secara optimal
  5. Meningkatkan produksi melalui rekayasa teknologo penangkapan, budi daya dan pengloah

IV. POTENSI PERIKANAN DAN KELAUTAN

Jumlah Perahu/ Kapal Penangkap Ikan dirinci menurut Kabupaten dan Jenis Perahu

tahun 2007

Kabupaten

Jukung

Perahu
Papan

Perahu
Motor Tempel

Kapal Motor

< 5 GT

5GT Lebih

Sumba Barat

508

81

35

52

32

Sumba Timur

460

410

475

19

Kupang

997

455

410

227

77

TTS

405

28

TTU

148

11

148

14

Belu

355

137

181

55

Alor

2.300

905

132

125

18

Lembata

550

375

207

770

13

Flores Timur

1.845

471

495

203

334

Sikka

1.128

1.062

595

665

299

Ende

705

766

269

25

Ngada

450

847

152

62

90

Manggarai

135

240

47

260

8

Rote Ndao

3.910

596

222

201

86

Manggarai Barat

409

362

482

102

Sumba Barat Daya

Sumba Tengah

Nagekeo

Manggarai Timur

Kota Kupang

212

68

300

409

Jumlah

14.513

6.308

3.612

3.780

1.430

Jumlah Alat Penangkap Ikan Usaha Perikanan
Diperince Menurut Kabupaten dan Jenis Alat Penangkap Ikan Tahun 2007

Kabupaten

Lampara

Pukat Pantai

Pukat Cincin

Janring Insang

Bagan Tancap

Sumba Barat

14

719

5

Sumba Timur

60

5

1.260

Kupang

60

85

2.620

TTS

245

TTU

11

18

440

23

Belu

116

735

Alor

16

25

2.147

65

Lembata

22

40

2.750

Flores Timur

42

160

1.520

Sikka

40

90

2.110

Ende

22

62

124

Ngada

941

28

Manggarai

25

35

383

9

Rote Ndao

30

325

1.365

32

Manggarai Barat

14

839

88

Sumba Barat Daya

Sumba Tengah

Nagekeo

Manggarai Timur

Kota Kupang

125

139

130

Jumlah

431

386

625

18.337

380

Sambungan

Kabupaten

Huhate

Pamcing
Tomda

Pancing
Lain – lain

Alat Lainnya

Sumba Barat

1.945

350

Sumba Timur

2.272

150

Kupang

583

269

3.122

634

TTS

60

265

492

TTU

432

100

Belu

112

145

100

Alor

1.550

2.760

Lembata

550

519

2.951

225

Flores Timur

290

940

2.969

200

Sikka

170

3.195

2.745

107

Ende

185

1.445

400

Ngada

365

619

Manggarai

2.330

422

210

Rote Ndao

4.250

Manggarai Barat

545

139

Sumba Barat Daya

Sumba Tengah

Nagekeo

Manggarai Timur

Kota Kupang

510

50

325

Jumlah

2.288

9.007

26.683

4.126

Produksi Perikanan Laut dirinci
Menurut Kabupaten dan Jenis Ikan
Tahun 2007

Ikan Merah

Ikan Kerapu

Ikan Kakap

Ikan Ekor Kuning

Ikan Kembung

Ikan Pari

Kabupaten

Paperek

Merah

Kerapu

Kakap

Ekor
Kuning

Kembung

Pari

Sumba Barat

239,9

Sumba Timur

4,7

6,8

313,2

0,3

Kupang

337.4

200,5

201,6

493,5

55,9

TTS

47,2

38,2

TTU

28,8

34,8

169,7

Belu

11,0

17,8

Alor

161,9

189,2

190,1

464,5

52,7

Lembata

14,2

221,2

84,0

208,7

23,3

Flores Timur

338,0

171,4

224,2

559,4

62,4

Sikka

263,5

98,7

171,9

414,1

47,2

Ende

14,2

100,2

243,2

27,2

Ngada

116,7

Manggarai

0,5

251,4

Rote Ndao

22,0

4,1

71,4

10,3

Manggarai Barat

34,8

204,3

1703,5

16,1

Sumba Barat Daya

Sumba Tengah

Nagekeo

Manggarai Timur

Kota Kupang

1328,4

Jumlah

1214,8

977,6

1222,5

6642,6

333,6

2006

385,5

2725,9

2626,7

1019,3

967,5

1911,7

499,8

Sambungan…

Ikan Biji Nangka

Ikan Terbang

Ikan Tenggiri

Kabupaten

Biji Nangka

Selar

Ikan Terbang

Julung julung

Teri

Tenggiri

Sumba Barat

304,2

7,4

158,1

Sumba Timur

64,9

23,2

0,2

197,2

142,4

16,7

Kupang

419,5

409,5

742,9

272,1

75,3

32,5

TTS

105,0

50,2

35,0

TTU

38,7

13,8

29,3

50,3

16,1

Belu

7,9

106,3

33,9

36,4

23,1

23,8

Alor

396,5

385,9

702,2

257,3

70,9

28,0

Lembata

171,5

171,7

303,0

110,7

31,7

11,8

Flores Timur

495,0

456,0

813,0

294,4

85,2

31,0

Sikka

360,7

344,5

620,2

231,3

64,5

24,8

Ende

205,4

198,9

355,5

129,1

37,1

13,9

Ngada

169,6

189,4

97,0

31,8

Manggarai

85,3

117,6

16,9

Rote Ndao

28,7

18,4

32,0

33,4

32,7

Manggarai Barat

400,9

242,3

318,5

111,8

Sumba Barat Daya

Sumba Tengah

Nagekeo

Manggarai Timur

Kota Kupang

151,2

37,2

610,5

435,3

284,9

Jumlah

2473,7

2838,3

3937,9

2807,1

1481,6

854,0

2006

887,2

9868,5

1042,1

2606,8

2848,1

1111,2

Sambungan …

Ikan Cakalang

Ikan Tongkol

Ikan Layang

Ikan Tembang

Ikan Tuna

Ikan Teri

Kabupaten

Cakalang

Tongkol

Layang

Tembang

Tuna

Ikan Lainnya

Sumba Barat

318,6

110,2

667,9

0,1

Sumba Timur

3,2

125,0

2,3

879,6

0,1

67,6

Kupang

86,2

1307,9

1654,7

272,2

125,4

1151,3

TTS

38,6

27,5

98,4

TTU

29,5

266,7

135,9

Belu

17,2

35,3

19,5

71,3

187,3

6,7

Alor

81,6

1233,4

1562,5

257,8

118,6

1672,6

Lembata

103,6

544,5

681,3

109,3

50,9

453,5

Flores Timur

91,6

1455,1

1819,0

290,7

135,5

1358,7

Sikka

79,3

1068,2

1344,5

227,0

105,0

999,5

Ende

41,4

634,8

794,7

127,7

59,6

592,1

Ngada

123,5

63,3

Manggarai

122,9

206,0

104,6

253,5

281,6

Rote Ndao

15,1

30,1

47,4

1784,0

Manggarai Barat

355,9

1754,8

1424,3

1134,6

Sumba Barat Daya

Sumba Tengah

Nagekeo

Manggarai Timur

Kota Kupang

968,0

2148,9

361,6

3778,2

1433,0

Jumlah

1648,3

9520,6

10209,8

8895,3

782,4

11134,5

2006

3959,8

8507,1

3057,4

15041,0

1917,0

28825,6

Sambungan …

Udang Barong

Udang

Cumi

Teripang

Rumput laut

Gurita

Kabupaten

Udang Barong

Udang Lainnya

Cumi cumi

Teripang

Rumput laut

Komu ditas Lain

Sumba Barat

73,4

4410,0

Sumba Timur

1,5

262,6

281,9

15765,7

Kupang

18,6

16,9

31200,0

TTS

TTU

7,7

Belu

5,5

58,8

12,5

8,5

Alor

19,2

16,0

14700

Lembata

14,1

18,3

311200,0

0,6

Flores Timur

37,6

18,4

309603,4

Sikka

25,0

14,5

29220,0

Ende

16,5

8,2

4500,0

Ngada

4,1

1229,4

Manggarai

1034,0

Rote Ndao

7,4

41,0

22,7

64007,0

Manggarai Barat

84,9

405,8

820,7

Sumba Barat Daya

Sumba Tengah

Nagekeo

Manggarai Timur

Kota Kupang

9,3

133,3

55,6

Jumlah

239,7

312,9

1052,0

78,3

108839,2

0,6

2006

102,1

19,5

2479,4

318,7

481119,4

136,8

 

 

 

2 thoughts on “Potensi NTT

  1. Share Informasi.

    Apakah anda pengusaha di bidang Agribisnis?.
    Apakah anda ingin menjalankan bisnis secara tepat dan benar?.
    Apakah anda pebisnis yang berorientasi ekspor atau sudah melakukan ekspor?.
    Inilah saat yang ditunggu tunggu.

    Ikuti :
    BUSINESS COACHING dari BANK INDONESIA KPw NUSA TENGGARA TIMUR “GRATIS” selama 6 Bulan untuk mendukung Bisnis Anda agar mampu Bersaing di Dunia International

    Kriteria Peserta Wirausaha Bank Indonesia (WUBI) :
    1. Wirausaha bergerak di :
    a. sektor agribisnis (pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan), atau hasil olahannya/turunannya
    b. usaha BIDANG APAPUN yg berorientasi ekspor
    2. Usaha telah dijalankan *maksimal 5 tahun
    3. *Diutamakan, memiliki legal usaha, minimal SIUP/PIRT utk makanan dlm kemasan
    4. Menyampaikan Rencana Pengembangan Usaha singkat (Business Plan) 5. Membutuhkan Business Coach
    6. Berkomitmen mengikuti keseluruhan program
    7. Diutamakan belum pernah menjadi pemenang program Wirausaha sejenis 8. Domisili di NUSA TENGGARA TIMUR

    Apa yang akan Anda dapatkan?
    1. Ilmu Step Bisnis Kelas Dunia
    2. Jaringan ke Organisasi Bisnis National & Internasional serta Organisasi Pertanian Nasional & Internasional
    3. Pendampingan Usaha & Monitoring selama 6 bulan
    4. Promosi Usaha Form dan pendaftaran :
    di http://www.wubintt.com Email : info@wubintt.com

    Unduh formulirnya dan kirim kembali beserta kelengkapannya ke email info@wubintt.com sebelum 10agustus 2014 Pin BB : 25D67385 Sms only : 083869797979 BUSINESS COACHING dari BANK INDONESIA “GRATIS” 6 bulan *
    Berikan manfaat kepada orang-orang yang Anda cintai, sahabat, relasi/klien anda dengan melanjutkan informasi ini

    Salam sukses ANDANG KIRANA | Coach Angky.
    Pelatih Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s